alexa snippet

Batu Bara Indonesia Berpotensi Dominasi Pasar China

Batu Bara Indonesia Berpotensi Dominasi Pasar China
CEO Rendy Halim (tengah) dan Atase Perdagangan KBRI Beijing Dandy S Iswara (kanan) dalam Forum Meeting dengan investor China. Foto: Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Batu bara berkualitas tinggi dari Indonesia diyakini berpotensi mendominasi pasar China yang membutuhkan pasokan energi besar untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan sektor industrinya.

Pada tahun ini, ekspor batu bara dari Indonesia ke China telah menghasilkan devisa senilai USD1,68 miliar atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya USD1,03 miliar. Namun, posisi Indonesia masih berada di bawah Australia yang tahun ini nilai ekspornya telah mencapai USD6,51 miliar.

"Kualitas batu bara kita nomor satu di China," ujar Atase Perdagangan Kedutaan Besar RI di Beijing Dandy Satria Iswara dalam siaran pers, Rabu (15/11/2017).

Menurut Dandy, kadar sulfur batu bara Indonesia lebih bagus dibandingkan batu bara yang dihasilkan kompetitor utama, Australia. China yang juga menghasilkan batu bara dengan kadar sulfur tinggi sehingga menimbulkan polusi, sangat membutuhkan batu bara dari Indonesia sebagai bahan campuran bagi bahan bakar pembangkit listrik di negara tersebut.

Hal itu diyakini membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha batu bara Indonesia untuk meningkatkan volume ekspor ke China.  

Terkait dengan itu, bulan lalu perusahaan batu bara Indonesia menghadiri The 17th China Coal and Mining Expo (CCME) di Beijing, China, yang diwakili PT Borneo Pasifik Global (BPG). Di ajang pameran pertambangan batu bara terbesar di China yang diadakan setiap dua tahun sekali tersebut, BPG memberikan beragam penjelasan terkait produksi hingga jaminan transparansi dalam proses penambangan dan pengiriman komoditas tersebut.  

"Kita berusaha agar konsumen industri, perusahaan pembangkit listrik hingga investor sektor pertambangan dan energi dari China bisa lebih memahami regulasi dan iklim usaha sektor pertambangan Indonesia," ungkap CEO BPG Rendy Halim.
 
Respons pasar disebutkan amat baik, di mana para pengusaha China antusias untuk memahami lebih jauh perdagangan batu bara di Indonesia.
 
BPG memulai ekspor ke China pada 2015 dengan volume awal mencapai ratusan ribu ton per tahun. Setahun kemudian, ekspor BPG ke China tumbuh hingga 180%. Pada akhir tahun 2017, secara kumulatif pertumbuhan ekspor perusahaan ke China diperkirakan mencapai 310%.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top