Kementerian BUMN Tampik PTPN II Jadi Biang Kerok Harga Gula

Kamis, 30 April 2020 - 13:28 WIB
loading...
Kementerian BUMN Tampik...
Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) angkat suara mengenai tudingan Satgas Pangan bahwa mahalnya harga gula di pasaran disebabkan oleh pelelangan yang dilakukan PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menampik bahwa PTPN II melakukan lelang dengan cara curang. Dari data Kementerian BUMN, PTPN II melakukan tender hanya 5.000 ton, dengan hasil lelang Rp12.900 per kilogram.

Dengan jumlah tersebut, sangat tidak mungkin bisa mempengaruhi harga gula nasional. "Kebutuhan gula nasional sebanyak 3 juta ton, bagaimana 5.000 ton bisa mempengaruhi 3 juta ton? Bahwa 5.000 ton itu bisa mempengaruhi dan membuat harga jadi Rp17 ribu, itu terlalu mengada-ada," kata Arya di Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Dia melanjutkan PTPN II sudah menyurati Kementerian BUMN dan Kementerian Perdagangan soal temuan harga lelang di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.900 ini. PTPN II meminta izin agar harga tersebut tidak dipenuhi. Adapun HET sebesar Rp12.500 per kg.

"Kenapa mereka melakukan hal seperti ini? Kalau mereka tidak menyurati ke Kemendag dan KBUMN, kalau mereka mengembalikan ke harga HET nanti dikatakan bahwa PTPN menjual gula itu di bawah harga tender, nanti dibilang lagi kalau itu merugikan negara," katanya.

Meski terkesan mengada-ada, kata Arya, Kementerian BUMN tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan menelusuri kemungkinan adanya permainan dalam kenaikan harga gula.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
Kinerja BUMN Menguat,...
Kinerja BUMN Menguat, Muncul Motor Pertumbuhan Baru
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Pakar Ingatkan Risiko...
Pakar Ingatkan Risiko Kriminalisasi Profesional terhadap Reformasi BUMN
Kinerja Keuangan Melesat,...
Kinerja Keuangan Melesat, PalmCo Setor Rp1,5 Triliun ke Kantong Negara
Sucofindo Buka Lowongan...
Sucofindo Buka Lowongan Kerja 2026, Lulusan D3/S1 Berbagai Jurusan Merapat!
PNM Buka Lapangan Kerja...
PNM Buka Lapangan Kerja bagi Puluhan Ribu Lulusan SMA-SMK dari Keluarga Prasejahtera
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Menhut Raja Juli Irit...
Menhut Raja Juli Irit Bicara saat Dicecar Wartawan soal KPK, Hanya Ucapkan Terima Kasih
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved