Pola Bisnis MLM Mau Diterapkan untuk Konversi Motor Listrik, ESDM Putus Asa?
Rabu, 22 November 2023 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Dalam Peraturan Menteri ESDM No. 3 Tahun 2023 disebutkan bahwa target penerima bantuan pemerintah pada 2023 adalah sebanyak 50.000 unit dan tahun depan 150.000 unit dengan besaran bantuan yang diberikan Rp7 juta per unit untuk motor konversi.
Hingga kini program tersebut masih sepi peminat. Arifin bilang, minimnya realisasi konversi motor listrik ini yang kemudian menjadi penyebab masih rendahnya realisasi penyerapan anggaran Kementerian ESDM, meskipun sudah menjelang akhir tahun.
Dalam paparannya, ia menuturkan, hingga 18 November 2023, realisasi anggaran Kementerian ESDM baru mencapai 59,03% dan masih terdapat deviasi 5,08%.
“Realisasi masih rendah terutama disebabkan kegiatan insentif konversi motor BBM ke listrik, karena minat masyarakat masih rendah,” jelasnya.
Arifin mengungkap beberapa penyebab rendahnya minat masyarakat menggunakan motor listrik. Pertama, terbatasnya suplai baterai dalam negeri.
"Kuncinya adalah ketersediaan baterai listriknya yang memang terbatas sekali, harus ada kepastian mengenai keberadaan stok baterai listriknya karena kita belum bisa bikin sendiri," jelasnya.
Hingga kini program tersebut masih sepi peminat. Arifin bilang, minimnya realisasi konversi motor listrik ini yang kemudian menjadi penyebab masih rendahnya realisasi penyerapan anggaran Kementerian ESDM, meskipun sudah menjelang akhir tahun.
Dalam paparannya, ia menuturkan, hingga 18 November 2023, realisasi anggaran Kementerian ESDM baru mencapai 59,03% dan masih terdapat deviasi 5,08%.
“Realisasi masih rendah terutama disebabkan kegiatan insentif konversi motor BBM ke listrik, karena minat masyarakat masih rendah,” jelasnya.
Arifin mengungkap beberapa penyebab rendahnya minat masyarakat menggunakan motor listrik. Pertama, terbatasnya suplai baterai dalam negeri.
"Kuncinya adalah ketersediaan baterai listriknya yang memang terbatas sekali, harus ada kepastian mengenai keberadaan stok baterai listriknya karena kita belum bisa bikin sendiri," jelasnya.
Lihat Juga :