Isu Power Wheeling Kembali Mencuat, SP PLN Buka Suara
Kamis, 23 November 2023 - 12:45 WIB
loading...
Diusulkannya kembali skema power wheeling untuk masuk draf RUU EBET yang tengah dibahas menuai reaksi dari berbagai kalangan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Isu power wheeling alias skema bisnis pemanfaatan bersama jaringan listrik kembali mencuat setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rapat dengan Komisi VII DPR Senin (20/11) lalu mengusulkan kembali masuknya skema ini ke dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET).
Menyikapi hal itu, DPP Serikat Pekerja (SP) PLN Pusat menyuarakan kekhawatirannya. Ketua Umum DPP SP PLN Pusat (Persero) Abrar Ali dalam siaran persnya mengatakan, pemerintah telah mempertontonkan sikap plin-plan terhadap isu tersebut.
Baca Juga: Hati-hati DPR! Skema Power Wheeling dalam RUU EBT Bisa Bebani PLN dan Keuangan Negara
"Pada Januari lalu, menteri (ESDM Arifin Tasrif) sudah menyatakan tidak ada power wheeling. Hal ini harus menjadi perhatian serius Presiden Jokowi saat ini. SP PLN meminta presiden tidak meninggalkan legacy yang bisa membuat PLN ambruk di masa kepemimpinannya," ungkap Abrar, Kamis (23/11/2023).
Abrar bahkan meminta isu ini juga menjadi perhatian tiga calon presiden (capres) yang akan berkontestasi pada pemilihan presiden (pilpres) 2024. Menurut dia, hal ini berkaitan dengan ketahanan energi listrik nasional ke depan. Pengelolaan energi listrik yang baik dan benar saat ini menurutnya akan menjadi modal utama pemerintah menyejahterakan masyarakat dan menjamin kelangsungan pembangunan di masa mendatang.
Menyikapi hal itu, DPP Serikat Pekerja (SP) PLN Pusat menyuarakan kekhawatirannya. Ketua Umum DPP SP PLN Pusat (Persero) Abrar Ali dalam siaran persnya mengatakan, pemerintah telah mempertontonkan sikap plin-plan terhadap isu tersebut.
Baca Juga: Hati-hati DPR! Skema Power Wheeling dalam RUU EBT Bisa Bebani PLN dan Keuangan Negara
"Pada Januari lalu, menteri (ESDM Arifin Tasrif) sudah menyatakan tidak ada power wheeling. Hal ini harus menjadi perhatian serius Presiden Jokowi saat ini. SP PLN meminta presiden tidak meninggalkan legacy yang bisa membuat PLN ambruk di masa kepemimpinannya," ungkap Abrar, Kamis (23/11/2023).
Abrar bahkan meminta isu ini juga menjadi perhatian tiga calon presiden (capres) yang akan berkontestasi pada pemilihan presiden (pilpres) 2024. Menurut dia, hal ini berkaitan dengan ketahanan energi listrik nasional ke depan. Pengelolaan energi listrik yang baik dan benar saat ini menurutnya akan menjadi modal utama pemerintah menyejahterakan masyarakat dan menjamin kelangsungan pembangunan di masa mendatang.
Lihat Juga :