Boikot Bikin McD hingga Starbucks Babak Belur, Penjualan Anjlok 70%
Kamis, 23 November 2023 - 22:24 WIB
loading...
A
A
A
Seorang pegawai di kantor perusahaan McDonald's Mesir menuturkan, penjualan waralaba restoran cepat saji ini pada Oktober dan November anjlok paling tidak hingga 70% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Kami berupaya menutup belanja kami selama masa penurunan ini," katanya.
Sameh El Sadat, politikus Mesir dan salah satu pendiri TBS Holding, pemasok ke Starbucks and McDonald's, menyatakan adanya penurunan atau perlambatan 50% permintaan dari mereka. Di Malaysia, seorang pekerja McDonald's di Putrajaya, menyatakan pula adanya penurunan pengunjung ke gerai mereka sebesar 20%.
Baca Juga: Ini Bukti Kejahatan Perang Israel di Gaza yang Tak Bisa Ditepis Barat
Diminta komentarnya mengenai situasi terkini, Starbucks mengacu pada pernyataan di laman resmi mengenai operasi usaha mereka di Timur Tengah, yang diperbarui Oktober lalu. Mereka menegaskan sebagai organisasi nonpolitik.
Mereka pun menepis tudingan memberikan dukungan kepada Pemerintah Israel. Starbucks, yang awal bulan ini melaporkan mengenai pendapatan kuartal keempat mereka menyatakan tak ada lagi yang harus dikomentari lebih jauh. Perusahaan-perusahaan Barat lainnya, belum memberikan respons saat ditanya mengenai gerakan boikot akibat dukungan terhadap Israel
Sameh El Sadat, politikus Mesir dan salah satu pendiri TBS Holding, pemasok ke Starbucks and McDonald's, menyatakan adanya penurunan atau perlambatan 50% permintaan dari mereka. Di Malaysia, seorang pekerja McDonald's di Putrajaya, menyatakan pula adanya penurunan pengunjung ke gerai mereka sebesar 20%.
Baca Juga: Ini Bukti Kejahatan Perang Israel di Gaza yang Tak Bisa Ditepis Barat
Diminta komentarnya mengenai situasi terkini, Starbucks mengacu pada pernyataan di laman resmi mengenai operasi usaha mereka di Timur Tengah, yang diperbarui Oktober lalu. Mereka menegaskan sebagai organisasi nonpolitik.
Mereka pun menepis tudingan memberikan dukungan kepada Pemerintah Israel. Starbucks, yang awal bulan ini melaporkan mengenai pendapatan kuartal keempat mereka menyatakan tak ada lagi yang harus dikomentari lebih jauh. Perusahaan-perusahaan Barat lainnya, belum memberikan respons saat ditanya mengenai gerakan boikot akibat dukungan terhadap Israel
(nng)
Lihat Juga :