Sindir Susi, Edhy Prabowo: Jangan Hanya Sibuk Debat Soal Lobster!

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 13:28 WIB
loading...
Sindir Susi, Edhy Prabowo:...
Menteri KKP Edhy Prabowo kembali sindir Susi Pudjiastuti. Foto/Dok/SINDONews
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo kembali menyinggung ihwal pro dan kontra pencabutan larangan ekspor benih lobster yang sebelumnya dikeluarkan oleh eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Edhy bilang, masih banyak sumber daya laut yang harus dikembangkan tanpa terjebak pada perdebatan lobster.

"Kita bicara lobster, kita sibuk berdebat dengan lobster, padahal lobster baru sebagian kecil masalah potensi yang perlu kita bangkitakan. masih ada banyak potensi yang perlu kita kembangakan," ujar Edhy, Jakarta, Jumat (7/8/2050).

Baca Juga: Susi Menangis karena Lobster, Bagaimana dengan Air Mata Nelayan?

Edhy menyebut, sumber daya baik di laut dan pesisir belum secara maksimalkan dikembangkan. Bahkan, hanya 10 persen saja dari keseluruhan sumber daya yang dimiliki. Karena itu, dia menegaskan pihaknya akan berusaha untuk mengoptimalkan seluruh potensi laut yang dimiliki Indonesia.

Salah satu potensi laut yang disebut Edhy adalah ikan cobia. Dia bilang, para pembudidaya membuktikan bahwa jenis ikan karnivora ini memiliki perkembangan hingga 6 kilogram (kg). Selain cobia, Edhy juga mengatakan kepiting pun sudah bisa dikembangbiakan secara mandiri. Di mana, satu ekor kepiting bisa bertelur hingga 50.000.

"Ikan cobia, satu satunya ikan yang pertumbuhannya setahun bisa 6 kg. Kemudian, kepiting kita sudah bisa kembang biakan sendiri, gak kita khawatirkan kepiting punah. Satu ekor kepiting bisa bertelur 50.000, tapi dari 50.000 tentu yang sampai besar itu hanya 25.000 saja," ujarnya.

Baca Juga: Ekspor Benih Lobster Kini 'Halal', Menteri Edy: Kebijakan Kami Terukur

Untuk diketahui, kebijakan ekspor benih lobster menjadi polemik hangat di tengah masyarakat. Ada yang merasa kebijakan tersebut sudah tepat, tapi banyak pula yang berpandangan kebijakan yang diketok oleh Menteri Edhy dapat mengganggu atau mengakibatkan kepunahan lobster. Kebijakan Edhy, ditantang keras oleh mantan Susi Pudjiastuti. Dia bilang, lobster dewasa sudah jarang ditemui karena bibit lobster diperbolehkan dijual ke luar negeri oleh pemerintah.

Pencabutan aturan era Susi itu ditandai dengan peraturan menteri (Permen) yang baru, yakni Permen KP Nomor 12/Permen-KP/2020 Tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan, di Indonesia. Namun dimas Edhy, penyesuaian sejumlah aturan di KKP perlu dilakukan. Tujuannya guna menghilangkan hal-hal yang dianggap menghambat dunia usaha dan keberpihakan pada nelayan kecil. Beberapa aturan yang direvisinya yakni mencabut larangan ekspor benih lobster, melegalkan alat tangkap cantrang, hingga enggan melanjutkan lagi kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan.

"Percayalah, kami tidak akan mundur karena keputusan yang kami buat bukan atas dasar ketidaksukaan terhadap kebijakan sebelumnya. Sudah banyak ahli-ahli di belakang kami bergelar profesor, doktor, dan pegiat lingkungan. Kami terukur kebijakannya," kata Edhy beberapa waktu lalu.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Susi Pudjiastuti Ditunjuk...
Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komut Independen bank bjb
KKP Pastikan Proyek...
KKP Pastikan Proyek Pagar Beton Cilincing Sudah Kantongi Izin
5 Pulau Indonesia Dijual...
5 Pulau Indonesia Dijual di Situs Asing, Salah Satunya Dihargai Rp2,67 Miliar
Dikepret Tarif Trump,...
Dikepret Tarif Trump, KKP Siap Cari Pasar Alternatif
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Rekomendasi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Daftar 7 Wakapolda Baru...
Daftar 7 Wakapolda Baru Pilihan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo  
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved