Hadapi Musim Kemarau, Pembasahan Lahan Gambut Bakal Lebih Galak
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Kelompok Kerja Wilayah Sumatera pada Badan Restorasi Gambut (BRG), Soesilo Indarto, mengatakan bahwa pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut seperti sekat kanal dan sumur bor di Riau seluruhnya dikerjakan oleh Pokmas. "Kami memilih cara ini untuk mendukung program padat karya, dan lebih penting lagi untuk menjadikan masyarakat merasa memiliki. Karena itu mereka mau ikut serta menjaganya," jelas Soesilo.
Baca Juga: 9 Heli Water Bombing asal Rusia dan Amerika Siaga Atasi Karhutla di Sumsel
Sampai 2019 telah dibangun 1.422 sekat kanal dan 1.125 sumur bor di Riau. Pelaksanaan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai pelaksana tugas pembantuan restorasi gambut.Saat ini, BRG melakukan pengecekan ulang terhadap kondisi infrastruktur itu dengan menggunakan aplikasi Android. Aplikasi yang disebut SISFO itu memungkinkan letak IPG dengan koordinat yang akurat dapat diperoleh. Demikian pula kondisi terkininya.
"Terhadap IPG yang ada kerusakan, kami segera lakukan pemeliharaan. Untuk Riau, anggaran pemeliharaan adalah sekitar Rp400 juta. Kegiatan pemeliharaan ini juga melibatkan Pokmas," kata Soesilo.
Baca Juga: 9 Heli Water Bombing asal Rusia dan Amerika Siaga Atasi Karhutla di Sumsel
Sampai 2019 telah dibangun 1.422 sekat kanal dan 1.125 sumur bor di Riau. Pelaksanaan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai pelaksana tugas pembantuan restorasi gambut.Saat ini, BRG melakukan pengecekan ulang terhadap kondisi infrastruktur itu dengan menggunakan aplikasi Android. Aplikasi yang disebut SISFO itu memungkinkan letak IPG dengan koordinat yang akurat dapat diperoleh. Demikian pula kondisi terkininya.
"Terhadap IPG yang ada kerusakan, kami segera lakukan pemeliharaan. Untuk Riau, anggaran pemeliharaan adalah sekitar Rp400 juta. Kegiatan pemeliharaan ini juga melibatkan Pokmas," kata Soesilo.
(nng)
Lihat Juga :