Utang Perang Israel Bakal Meledak, Begini Kondisinya Saat Ini

Senin, 27 November 2023 - 14:28 WIB
loading...
A A A
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich telah mengajukan, perubahan anggaran untuk sisa tahun 2023 dengan peningkatan pengeluaran sebesar USD9,3 miliar yang sebagian besar akan dibiayai oleh utang.

"Israel juga harus menebus sekitar 15 miliar shekel (USD4 miliar) dari pendapatan yang hilang pada tahun 2023 dan kemudian tahun depan mengisi kembali dana kompensasi pajak pemerintah yang dikosongkan dari 18 miliar shekel (USD4,9 miliar) untuk membayar biaya setelah perang pecah," tulis Bloomberg.

Penerbitan utang domestik Israel dilaporkan menyumbang lebih dari 80% dari total, karena menghadapi pasar yang "kurang ramah" di luar negeri. Biaya untuk mengasuransikan obligasi negara Israel terhadap default telah meningkat sekitar dua kali lipat sejak serangan Hamas 7 Oktober.

Pemerintah juga dilaporkan menggunakan entitas yang terdaftar di AS yang berafiliasi dengan Kementerian Keuangan untuk menjual obligasi yang mencapai rekor bulanan lebih dari USD1 miliar. Selain itu, mereka juga meminjam ke luar negeri melalui kesepakatan yang dinegosiasikan secara pribadi, dengan mengumpulkan total USD5,4 miliar sejak awal konflik.

Utang Israel

Sebelumnya Kementerian Keuangan menerangkan, Israel telah mengumpulkan utang sekitar 30 miliar shekel atau USD7,8 miliar) sejak dimulainya perang dengan militan Hamas. Tercatat lebih dari setengah yakni 16 miliar shekel adalah utang berdenominasi dolar.

"Kemampuan pembiayaan Negara Israel memungkinkan pemerintah untuk sepenuhnya dan optimal membiayai semua kebutuhannya," kata divisi akuntan umum kementerian itu.

Konflik Israel-Gaza yang kembali memanas sejak 7 Oktober, secara bersamaan telah meningkatkan pengeluaran Israel secara tajam untuk mendanai militer. Selain itu untuk memberikan bantuan kompensasi bisnis di dekat perbatasan dan keluarga korban dan sandera. Pada saat yang sama, pendapatan pajak telah melambat.

Akibatnya, Israel mencatat defisit anggaran sebesar 22,9 miliar shekel pada bulan Oktober, sebuah lompatan besar dari 4,6 miliar pada bulan September dan mendorong defisit selama 12 bulan sebelumnya menjadi 2,6%.

Kementerian mengatakan, bakal terus membiayai kegiatan pemerintah, termasuk semua kebutuhan yang timbul dari perang dan bantuan ekonomi.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk membuka keran bantuan kepada mereka yang terkena dampak perang, yang diyakini para ekonom akan secara tajam mendorong rasio defisit dan utang terhadap PDB hingga 2024.

Suku Bunga

Bank sentral Israel diperkirakan akan membiarkan suku bunga jangka pendek tidak berubah minggu depan untuk menjadi pertemuan keempat berturut-turut. Hal itu diprediksi akan dilakukan bank sentral demi menjaga stabilitas keuangan dan mencegah kenaikan inflasi akibat perang dengan Hamas, yang telah menimbulkan kekhawatiran pasokan.

Sebanyak 14 ekonom yang disurvei oleh Reuters memproyeksikan Bank of Israel akan mempertahankan suku bunga acuannya (ILINR = ECI) pada 4,75% - level tertinggi sejak akhir 2006 - jelang pengumuman kebijakan pada hari Senin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Balas Dendam Israel!...
Balas Dendam Israel! Iran Dibombardir Rudal Balistik Pasca Ketegangan
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Rekomendasi
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved