Sri Mulyani Ingin Emisi Tak Iringi Kenaikan Pendapatan per Kapita
Senin, 27 November 2023 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
"Data Bank Dunia menunjukkan bahwa di saat pendapatan per kapita kita naik empat kali lipat, emisi kita juga ikut naik dua kali lipat. Ini menjadi tantangan bersama untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meningkatkan emisi per kapita, meski Indonesia masih termasuk negara dengan emisi per kapita terendah di antara negara-negara G20," jelas Sri.
Namun, bukan berarti jika emisi per kapita yang masih rendah lantas Indonesia menjadi acuh. Sri menyebut bahwa kita harus mampu mendesain pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan bersama tanpa mengorbankan planet bagi generasi penerus.
"@kemenkeuri juga terus menggunakan beragam alat fiskal dan instrumen keuangan untuk mengatasi isu perubahan iklim ini. Mulai kebijakan perpajakan, bea masuk, hingga beragam instrumen kebijakan lain seperti industrialisasi kendaraan listrik, transformasi menuju energi hijau, dan pengelolaan limbah," sambung Sri.
Hasilnya? Indonesia berhasil menurunkan 5,7 juta ton CO2 pada 2018, 3,2 juta ton CO2 pada 2019, 1,4 juta ton CO2 pada 2020, dan 202,674 juta ton CO2 pada 2022. Ini bukan hasil hitungan sendiri, namun diaudit oleh lembaga-lembaga kredibel.
Dalam kesempatan itu, Sri juga berpesan bagi generasi muda Indonesia, jangan pernah merasa bahwa mereka ada di pinggiran, di sidelines. Mereka adalah pemain di tengah, terjun langsung untuk mengatasi isu bersama ini. Baik melalui NGO, financing, maupun startup kalian.
Namun, bukan berarti jika emisi per kapita yang masih rendah lantas Indonesia menjadi acuh. Sri menyebut bahwa kita harus mampu mendesain pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan bersama tanpa mengorbankan planet bagi generasi penerus.
"@kemenkeuri juga terus menggunakan beragam alat fiskal dan instrumen keuangan untuk mengatasi isu perubahan iklim ini. Mulai kebijakan perpajakan, bea masuk, hingga beragam instrumen kebijakan lain seperti industrialisasi kendaraan listrik, transformasi menuju energi hijau, dan pengelolaan limbah," sambung Sri.
Hasilnya? Indonesia berhasil menurunkan 5,7 juta ton CO2 pada 2018, 3,2 juta ton CO2 pada 2019, 1,4 juta ton CO2 pada 2020, dan 202,674 juta ton CO2 pada 2022. Ini bukan hasil hitungan sendiri, namun diaudit oleh lembaga-lembaga kredibel.
Dalam kesempatan itu, Sri juga berpesan bagi generasi muda Indonesia, jangan pernah merasa bahwa mereka ada di pinggiran, di sidelines. Mereka adalah pemain di tengah, terjun langsung untuk mengatasi isu bersama ini. Baik melalui NGO, financing, maupun startup kalian.
Lihat Juga :