alexa snippet

Libur Akhir Tahun, Penumpang KA Diperkirakan Meroket

Libur Akhir Tahun, Penumpang KA Diperkirakan Meroket
Jumlah penumpang kereta api (KA) untuk Daop 2 Bandung saat puncak mudik Natal dan Tahun Baru 2018 diperkirakan mencapai 55.500 orang. Foto/Dok SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Jumlah penumpang kereta api (KA) untuk Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung saat puncak mudik Natal dan Tahun Baru 2018 diperkirakan mencapai 55.500 orang dan prediksinya terjadi pada 22-23 Desember 2017. Bahkan, tingkat okupansi untuk angkutan Natal dan Tahun Baru itu kini sudah mencapai 100%.

"Kami sudah menghitung jumlah penumpang saat akhir tahun dengan total selama 17 hari sekitar 860.000 orang. Namun, untuk puncaknya ya sekitar 55.500 penumpang pada 22-23 Desember ini untuk KA komersial eksekutif, bisnis, ekonomi dan lokal. Meski tingkat okupansinya sudah 100% namun nanti ada KA tambahan," kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bamdung Joni Martinus kepada SINDOnews, Bandung, Kamis (7/12/2017).

Sementara dari aspek sarana KA, tahun ini Daop 2 menyiagakan 29 unit lokomotif serta 215 unit kereta. Adapun untuk jumlah keberangkatan sudah menyiapkan 83 KA reguler, meliputi KA utama dan lokal serta tiga perjalanan KA tambahan.

Sehingga, lanjut dia, total jumlah KA yang siap melayani masyarakat pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru sebanyak 86 perjalanan. Total tempat duduk yang disediakan mencapai 860.897 atau sebanyak 54.996 tempat duduk per hari.

Dari aspek prasarana, terang dia, seperti tahun-tahun sebelumnya Daop 2 menyiagakan alat material untuk siaga (Amus) di daerah-daerah yang rawan bencana alam. Tenaga flying gank, Petugas Penilik Jalan (PPJ) Ekstra 63 orang, Penjaga Jalan Lintas (PJL) Ekstra 70 orang, dan 169 petugas posko daerah rawan juga disiagakan di sepanjang lintas Daop 2 untuk mencegah terjadinya gangguan perjalanan KA.

Selain itu, Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Cipali sudah memperkirakan akan terjadi lonjakan kendaraan pada 22 Desember 2017. Hal berkaitan dengan 25 Desember sebagai Hari Natal yang jatuh pada Senin, sehingga Jumat sore atau 22 Desember menjadi puncak mudik Natal dan Tahun Baru di Tol Cipali.

"Kami sudah mengantisipasi akan adanya lenaikan volume kendaraan sebesar 50% dibanding hari normal," jelas Panit PJR Tol Cipali Iptu Heri Pratama.

Pihaknya pun mewaspadai dengan lonjakan kendaraan tersebut yang berdampak pada antrean di sejumlah rest area. Sehingga, optimalisasi patroli menjadi cara efektif dalam mengatasi sejumlah persoalan lalu lintas di Tol Cipali saat libur akhir tahun.

"Nanti ada back up dari sejumlah polres yang dilintasi tol, dan ditambah dengan bantuan polda. Tapi jumlah armada yang ada saat ini sebanyak delapan unit dengan petugas sebanyak dua orang per armadanya," terangnya.

Menurutnya, dengan panjang Tol Cipali dari mulai Cikopo, Kabupaten Purwakarta hingga Palimanan, Cirebon sepanjang 116 km, mengakibatkan tingkat kejenuhan pengemudi sangat tinggi.

Dalam mengatasinya kondisi tubuh harus prima dan memaksimalkan rest area yang ada untuk beristirahat. Sebab, banyak kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali akibat pengemudi kelelahan.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top