Komitmen Allianz Menjadi Payung Besar Melindungi Masa Depan

Kamis, 30 November 2023 - 19:05 WIB
loading...
A A A
Tak sekadar penyakit jantung, tingginya biaya berobat juga terjadi untuk penyakit lain yang memerlukan perawatan khusus. Hal itulah yang membuat Ewo Raswa memutuskan untuk memberikan jaminan kesehatan tambahan kepada karyawannya. Ewo bersama tiga rekannya mendirikan sebuah perusahaan pemasaran yang kini memiliki puluhan karyawan.

“Kita memilih asuransi segmen korporat. Jadi tak hanya untuk karyawan, tapi juga keluarganya,” paparnya. Ewo menilai penting membekali karyawannya dengan asuransi tambahan. Hal itu lantaran biaya kesehatan yang semakin meningkat. “Apalagi jika pengobatannya tak maksimal, tentu akan memengaruhi produktivitas,” imbuhnya.

Ewo pun mengaku terkesan dengan asuransi kesehatan dari Allianz Indonesia. Selain memiliki perlindungan yang luas untuk rawat jalan maupun rawat inap, prosedur yang ditetapkan pun tak berbelit. Dia berkisah, saat anaknya, Nasya (15) harus menjalani perawatan di RS Mitra Keluarga Bekasi, semua proses administrasi berjalan cepat. Allianz Indonesia, menurut dia juga menghadirkan coverage yang besar terhadap penyakit kritis. Hal itu membuat Ewo merasa tenang karena tak perlu lagi memikirkan biaya ekstra untuk berobat.

“Salah satu kelebihan yang dimiliki Allianz adalah kecepatan respons, ketika ada hal yang harus dikonfirmasi rumah sakit, langsung saat itu juga direspons,” ungkapnya. Dia pun menilai, saat ini, perlu bagi perusahaan untuk memberikan jaminan kesehatan tambahan bagi karyawannya selain jaminan kesehatan nasional. “Itu sangat penting, karena coverage-nya akan semakin luas dengan kecepatan penanganan. Terkait plafon, tentunya bisa disesuaikan dengan kondisi perusahaan,” paparnya.

Business Director Allianz Indonesia Bianto Surodjo dalam perayaan hari pelanggan beberapa waktu lalu mengatakan, Allianz Indonesia menyadari bahwa pengalaman dan pelayanan yang didapatkan nasabah adalah prioritas utama perusahaan. Sebagai perusahaan asuransi terpercaya di Indonesia, Allianz mendorong dan mendukung penuh peningkatan kualitas hidup nasabah dan masyarakat, terutama dalam mempersiapkan rencana yang ingin dicapai di masa depan dengan perlindungan asuransi. “Hal ini sejalan dengan misi Allianz Indonesia melindungi lebih banyak masyarakat dan keluarga Indonesia,” katanya.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan demi mempertahankan kepuasan para nasabah, lanjut dia, Allianz Indonesia selalu aktif memastikan agar setiap perubahan di tengah era digital tidak menjadi sebuah hambatan bagi perusahaan dalam menjawab kebutuhan nasabah yang selalu dinamis. “Sebagai perusahaan asuransi yang telah mendapatkan banyak kepercayaan dan dukungan, Allianz Indonesia selalu memberikan solusi yang terbaik bagi nasabah dan membangun kedekatan yang berkesan,” tegasBianto.

Hingga kini, layanan-layanan yang diperuntukkan bagi nasabah tersedia melalui beberapa channel seperti melalui telepon, e-mail, layanan tatap muka (walk-in services), dan media sosial. Beragam layanan itu dihadirkan untuk mempermudah akses nasabah dalam memperoleh solusi dan layanan asuransi, serta dapat menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia.

Investasi Masa Depan
Banyak masyarakat yang masih beranggapan bahwa memiliki jaminan berupa asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa hanya membuang uang. Anggapan itu disebabkan masih rendahnya literasi asuransi masyarakat. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indeks literasi asuransi masyarakat Indonesia pada 2022 sebesar 31,72%, meningkat dibandingkan 2019 yang hanya 19,4%. Namun, lebih rendah dibandingkan literasi perbankan sebesar 49,93%.

Tingkat inklusi asuransi bahkan lebih rendah lagi, pada 2019 mencapai 13,15%, dan pada 2022 mencapai 16,63%, jauh di bawah perbankan yang mencapai 74,03%. Merujuk pada studi yang dilakukan oleh The Economist Intelligence Unit, rendahnya inklusi asuransi membuat kondisi finansial masyarakat Indonesia lebih rentan dalam menghadapi krisis akibat kondisi medis.

“Kenapa literasi dan inklusi masih rendah, karena masyarakat masih melihat produk keuangan harus ada hasilnya. Misalnya deposito, hasilnya bisa dirasakan langsung, kalau asuransi tidak langsung. Orang baru sadar perlunya asuransi jika sudah kena musibah. Padahal jika sudah terkena musibah, akan sulit untuk mengajukan perlindungan dari asuransi, persyaratannya akan ketat,” ungkap Perencana Keuangan Safir Senduk.

Padahal, lanjut dia, peran asuransi sangat penting. Safir mengilustrasikan, memiliki jaminan asuransi ibarat seseorang membeli payung. “Memang payung tak menjamin bahwa hujan tidak akan turun. Tapi dengan punya payung, akan menjamin kita tak basah saat hujan turun,” katanya.

Semakin besar payung yang dimiliki, maka semakin besar pula jaminan yang akan didapatkan.
Karenanya, lanjut dia, perlu menyadarkan masyarakat melalui edukasi. Bahwa produk keuangan tidak selalu harus memiliki hasil yang terlihat dan bisa dinikmati dalam waktu cepat. Sebab, ada produk keuangan yang tidak bisa dinikmati secara cepat, namun memberikan manfaat yang lebih besar di masa depan yakni asuransi.

"Kita menginap di rumah sakit dan hotel sama-sama membayar kamar. Tetapi jika di hotel kita tahu kapan check out, sedangkan di rumah sakit kita enggak tahu kapan check out. Ini yang harus diantisipasi," saran Safir.

Dia menyebutkan, banyak keuntungan yang akan diraih oleh masyaraat dengan berasuransi. Misalnya, asuransi kesehatan yang memberikan jaminan penggantian rawat inap. Dari kasus yang pernah dia lihat, seseorang dirawat selama 7 hari, menjalani tindakan operasi satu kali, biaya yang dikeluarkan bisa menembus Rp 80 juta. Jika tak memiliki jaminan asuransi, tentu akan menyulitkan. “Tapi dengan membayar asuransi per bulan yang hanya Rp1,5 juta atau setara Rp18 juta setahun, benefit yang didapatkan sungguh besar,” katanya.

Tak hanya asuransi kesehatan, menurut Safir, memiliki asuransi jiwa juga sangat penting bagi perlindungan masa depan. Terlebih, di Indonesia, penghasilan keluarga berasal dari active income. Apabila si pencari nafkah tidak bekerja, maka tidak ada penghasilan yang masuk. “Kalau pencari nafkah meninggal dunia income otomatis berhenti. Jadi penting sekali keluarga punya asuransi jiwa yang melindungi pencari nafkah, kalau dia meninggal masih ada jaminan masa depan keluarganya dari asuransi,” paparnya.

Jaminan asuransi, juga bisa dijadikan warisan apabila pencari nafkah meninggal dunia. Keluarga yang ditinggalkan memiliki jaminan untuk melanjutkan kehidupan. “Saya sendiri sudah punya asuransi jiwa, kesehatan, dan kecelakaan. Jadi apabila saya meninggal karena kecelakaan, keluarga bisa dapat dua kali pertanggungan. Setiap hendak bepergian, saya selalu bicara dengan istri supaya menghafalkan nomor polis saya,” kata Safir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng Induk Usaha,...
Gandeng Induk Usaha, BRI Life Perluas Aksesibilitas Produk Asuransi Kesehatan yang Inklusif
Momentum Idul Adha 1447...
Momentum Idul Adha 1447 H, Askrindo Salurkan Hewan Kurban di Berbagai Kota di Indonesia
Manulife Indonesia Cetak...
Manulife Indonesia Cetak Laba Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025, Unit Syariah Rp17,37 M
Inflasi Medis Picu Kenaikan...
Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Jangka Panjang
Kecerdasan Buatan Merambah...
Kecerdasan Buatan Merambah Industri Asuransi, Hanwha Life Perkenalkan AI Financial Advisor
Rangkul PNM, BRI Insurance...
Rangkul PNM, BRI Insurance Gencarkan Literasi dan Inklusi Keuangan Asuransi di Makassar
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
Rebranding, Asuransi...
Rebranding, Asuransi Inhealth Pastikan Layanan Tetap Optimal di Mitra Provider
Dukung Asta Cita, Nasional...
Dukung Asta Cita, Nasional Re Tingkatkan Literasi Mahasiswa Soal Manajemen Risiko
Rekomendasi
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Isu Suap Bea Cukai, Hotman Paris: Bawa Buktimu!
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved