Penjualan Naik 135%, NCKL Raup Laba Bersih Rp4,5 T di Kuartal III-2023
Kamis, 30 November 2023 - 21:51 WIB
loading...
A
A
A
Dari bisnis pertambangan, Perseroan mencatatkan kenaikan produksi biji nikel yang signifikan untuk memenuhi tambahan permintaan akibat adanya kenaikan kapasitas produksi baik dari PT HPL maupun PT HJF. Manajemen perseroan menyebutkan, selama sembilan bulan di tahun 2023, anak usaha NCKL di bisnis pertambangan telah memproduksi sekitar 10 juta biji nikel limonite dan 4,4 juta biji nikel saprolite.
Dari lini produksi refinery HPAL, sejak adanya penambahan satu jalur produksi, perseroan mencatatkan kenaikan produksi MHP sebesar 49% dibanding periode tahun sebelumnya yaitu menjadi 46.891 ton kandungan nikel. Sebagian produk MHP yang di produksi, kemudian di konversi menjadi nikel sulfat dan kobalt sulfat - bahan baku utama untuk pembuatan ternary precursor - yang diperlukan dalam pembuatan baterai kendaraan listrik berbasis nikel. Selama sembilan bulan pertama tahun 2023, Harita melalui anak usahanya telah memproduksi 9.287 ton Nikel Sulfat dan 818 ton Kobalt Sulfat.
Dari lini produksi smelter RKEF, perseroan melalui 2 anak usahanya yaitu PT HJF dan PT MSP berhasil membukukan total produksi Feronikel di sembilan bulan pertama tahun 2023 sebesar 68.994 ton kandungan nikel atau naik 268% dari tahun sebelumnya. Secara terinci, PT HJF membukukan volume produksi feronikel sebesar 47.963 ton kandungan nikel. Sedangkan PT Megah Surya Pertiwi (MSP), membukukan volume produksi sebesar 21.031 ton kandungan nikel.
Baca Juga: Hamas dan Israel Kembali Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata
Manajemen menjelaskan, dari aspek keuangan, meski kondisi pasar penuh tantangan karena turunnya harga nikel di pasar dunia, perseroan berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp6,1 triliun, atau naik 63% dibandingkan dengan Rp3,8 triliun di sembilan bulan pertama tahun 2022. "Dengan terus melakukan inovasi dan efisiensi di operasional perseroan, laba usaha pun meningkat sebesar 59% menjadi Rp5,4 triliun dari Rp3,4 triliun di sembilan bulan pertama tahun sebelumnya," ungkap perseroan.
Dari lini produksi refinery HPAL, sejak adanya penambahan satu jalur produksi, perseroan mencatatkan kenaikan produksi MHP sebesar 49% dibanding periode tahun sebelumnya yaitu menjadi 46.891 ton kandungan nikel. Sebagian produk MHP yang di produksi, kemudian di konversi menjadi nikel sulfat dan kobalt sulfat - bahan baku utama untuk pembuatan ternary precursor - yang diperlukan dalam pembuatan baterai kendaraan listrik berbasis nikel. Selama sembilan bulan pertama tahun 2023, Harita melalui anak usahanya telah memproduksi 9.287 ton Nikel Sulfat dan 818 ton Kobalt Sulfat.
Dari lini produksi smelter RKEF, perseroan melalui 2 anak usahanya yaitu PT HJF dan PT MSP berhasil membukukan total produksi Feronikel di sembilan bulan pertama tahun 2023 sebesar 68.994 ton kandungan nikel atau naik 268% dari tahun sebelumnya. Secara terinci, PT HJF membukukan volume produksi feronikel sebesar 47.963 ton kandungan nikel. Sedangkan PT Megah Surya Pertiwi (MSP), membukukan volume produksi sebesar 21.031 ton kandungan nikel.
Baca Juga: Hamas dan Israel Kembali Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata
Manajemen menjelaskan, dari aspek keuangan, meski kondisi pasar penuh tantangan karena turunnya harga nikel di pasar dunia, perseroan berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp6,1 triliun, atau naik 63% dibandingkan dengan Rp3,8 triliun di sembilan bulan pertama tahun 2022. "Dengan terus melakukan inovasi dan efisiensi di operasional perseroan, laba usaha pun meningkat sebesar 59% menjadi Rp5,4 triliun dari Rp3,4 triliun di sembilan bulan pertama tahun sebelumnya," ungkap perseroan.
Lihat Juga :