Strategi Mencicipi Gurihnya Bisnis Kecantikan

Jum'at, 01 Desember 2023 - 20:09 WIB
loading...
Strategi Mencicipi Gurihnya...
Bisnis kecantikan menarik banyak pelaku usaha untuk terjun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Data dari Statista menunjukkan pada tahun 2021 nilai pangsa pasar global untuk sektor clean beauty atau kecantikan dunia tercatat mencapai USD6 miliar atau Rp93 triliun (kurs Rp15.500). Nilai tersebut diperkirakan akan tumbuh hingga USD15,3 miliar atau Rp237 triliun pada tahun 2028.

Baca juga: Haju Aesthetic Congress 3.0, Ajang Edukasi dan Inspirasi Tren Estetika Korea

Tren positif ini juga juga terjadi pada industri kecantikan dalam negeri. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 menunjukkan bahwa industri kosmetik mengalami peningkatan sebesar 5,59%. Pertumbuhan pengguna produk kecantikan bahkan naik sebesar 7% pada 2021.

Potensi bisnis itulah yang dimanfaatkan oleh venture builder East Scandi Group. Setelah menggeluti sektor bisnis hospitality dan properti, East Scandi tertarik terjun ke sektor kecantikan dengan meluncurkan Glassy, lini bisnis terbaru berwujud beauty retail dan spa business pada 1 Desember 2023 mendatang.

"Peluang dunia kecantikan sudah tidak perlu diragukan lagi sebagai salah satu sektor dengan resiliensi konsumen tertinggi selama pandemi maupun pasca-pandemi. Kami ingin mengembangkan area retail sebagai titik pertemuan brand bisnis kecantikan yang mengeksplorasi biotech untuk pendekatan pengembangan produk, dan aspek ingredients discovery dan keberlanjutan menjadi prioritas untuk konsumsi khalayak luas. Bagi kami, hal ini sudah sepatutnya menjadi masa depan dari konsumsi produk dan jasa kecantikan. Affordable clean beauty,” ujar Ayunda Afifa, Co-Founder East Scandi Group, dikutip Jumat (1/12/2023).

Ayunda menambahkan, dengan tren positif dari sisi pasar, yang menunjukkan resiliensi tinggi terhadap inflasi dan kemampuan mempertahankan daya beli yang konstan, Glassy akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan di berbagai lokasi di Indonesia untuk menjadi destinasi berbagi informasi terkait pentingnya kandungan komposisi di dalam produk kecantikan secara jangka panjang dengan aspek pemilihan lokasi sedekat mungkin ke hunian masyarakat.

Baca juga: 978,5 Ribu Wisatawan Asing Kunjungi Indonesia di Oktober 2023

Glassy ingin mengedukasi publik bahwa mengkonsumsi produk kecantikan tidak sama dengan menanggung akibat kesehatan di masa depan. Pihak yang terafiliasi dengan Glassy didasarkan pada pendekatan bebas kandungan kimia berbahaya dan menyuarakan pesan positif sebagai brand kecantikan.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Mengubah Kekecewaan...
Mengubah Kekecewaan Pelanggan Menjadi Kerajaan Bisnis Payung Kelas Dunia
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
Watsons Apotek Bintaro...
Watsons Apotek Bintaro Sektor 9 Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Health & Beauty Retail di Indonesia
DADA Ungkap Strategi...
DADA Ungkap Strategi Bisnis Properti di Program Mini MBA Real Estate CSEL UI
Rayakan 185 Tahun Bangun...
Rayakan 185 Tahun Bangun 17.000 Toko! Watsons Hadirkan Apresiasi dan Promo Spesial
Instan Plong Rilis Produk...
Instan Plong Rilis Produk Anak setelah Laku Puluhan Ribu di 2025
Menandai Perjalanan...
Menandai Perjalanan Panjang Industri Aesthetic di Tanah Air
Bisnis Kecantikan Tak...
Bisnis Kecantikan Tak Harus Modal Besar, Ini Tips Valencia Tanoesoedibjo untuk Pemula
Rekomendasi
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Pakar: Untuk Kebutuhan Penyidikan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Film Tanah Runtuh Karya...
Film Tanah Runtuh Karya Denny Siregar Soroti Konflik Poso dan Ikatan Keluarga
Berita Terkini
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Infografis
Birokrasi Rumit, Banyak...
Birokrasi Rumit, Banyak Bisnis Hengkang dari Uni Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved