Kritik Proyek yang Dibangun Kementerian PUPR, Jokowi: Semennya Kelihatan

Senin, 04 Desember 2023 - 10:27 WIB
loading...
Kritik Proyek yang Dibangun...
Jokowi memberikan sedikit kritik terhadap pengerjaan proyek infrastruktur. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) memberikan sedikit kritik pada pengerjaan proyek oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ). Kritik berkaitan dengan estetika hasil dari sebuah pengerjaan proyek.

Baca juga: Pak Bas Berurai Air Mata Umumkan Kenaikan Tukin PNS PUPR, Ini Sebabnya

Presiden menilai beberapa pekerjaan yang telah diselesaikan oleh Kementerian PUPR kadang masih tersisa bekas-bekas semen yang mengering. Menurutnya, kondisi itu mengurangi aspek estetika dari proyek yang dikerjakan.

"Di Labuan Bajo misalnya, saya melihat ada jalan bagus, ada trotoar bagus, mulai ada tanam pohon, bagus, seperti itu. Sudah bagus ini PUPR, tapi masih sedikit, semennya kelihatan, kesan semen itu keras. Itu dilunakan dengan landscape yang baik," ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya pada acara silaturahmi dengan pegiat infrastruktur di Jakarta, Senin (4/12/2023).

Namun demikian, Presiden Jokowi juga mengapresiasi hasil kinerja Kementerian PUPR dalam pengerjaan proyek infrastruktur yang saat ini sudah mulai memperhatikan aspek estetika, namun memang belum diterapkan untuk seluruh proyek.

Ke depannya, Jokowi menugaskan Kementerian PUPR jika membangun sebuah proyek infrastruktur harus satu paket sekaligus. Misalnya dalam membangun jalan, tidak hanya paket pengerjaan jalan saja, tapi juga harus sekaligus dengan pembangunan trotoar, drainase, dan tambah landscape yang harus menjadi kesatuan paket pengerjaan sebuah proyek.

"Saya hanya ingin mengingatkan, dalam perencanaan ini penyiapannya agar lebih komprehensif, misal membangun jalan. Jangan urusan jalan saja, tapi harus satu paket, jalan, drainase, dan tambahan landscape serta trotoar. Jadi sisi landscape menjadi satu kesatuan paket," kata Presiden.

Baca juga: Terence Crawford Bisa Dikalahkan, Angel Garcia: Dia Bukan Pembunuh

"Karena kalau hanya jalan, rakyat pasti di pinggir jalan. Wah ini belum ada trotoar, tak buat jualan dulu. Udah langsung kaki lima, warung di pinggir jalan, mau buat trotoar dan drainase, harus ada ongkos sosialnya lagi ke depan. Ini harus satu paket," pungkasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Sucor AM Bangun Jembatan...
Sucor AM Bangun Jembatan Penghubung 2 Dusun di Garut, Dorong Akses Ekonomi Warga
Perang Picu Ketidakpastian,...
Perang Picu Ketidakpastian, Investor Wait and See Garap Proyek Jalan Tol RI
Stella Maris Perkuat...
Stella Maris Perkuat Daya Saing lewat Pengembangan Infrastruktur Modern
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Rekomendasi
Kolombia Susah Payah...
Kolombia Susah Payah Tumbangkan Uzbekistan
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Berita Terkini
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved