Soal Harga Pangan, Siti Atikoh Nilai Harus Ada Formula yang Untungkan Petani dan Konsumen
Rabu, 06 Desember 2023 - 14:15 WIB
loading...
Siti Atikoh Ganjar Pranowo mengungkap gagasan yang bisa untungkan petani. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Siti Atikoh Ganjar Pranowo melakukan pertemuan dengan Komunitas Wanita Tani (KWT) dan sekaligus menghadiri Pameran Produk UMKM di Kulon Progo, Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menerima curahan hati seorang ibu petani yang kerap dirugikan ketika harga-harga meninggi, tapi harga di tingkat petani justru rendah. Ketika harga sedang tinggi, pemerintah justru melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga.
Baca juga: Bertemu Ratusan Petani Perempuan Kulon Progo, Siti Atikoh Bicara tentang Ketahanan Pangan
Atikoh menilai kondisi itu merupakan bagian dari permasalahan kedaulatan pangan Indonesia. Meski situasinya seperti dua posisi mata uang, baginya harus ada keberpihakan kepada petani. Harga produksi, misal beras, di tingkat petani juga cukup tinggi untuk biaya tenaga kerja, bibit, dan pupuk.
Maka itu, ketika harga urun, terkadang biaya produksi tak terpenuhi dengan harga jual yang ada. Di sisi lain, seandainya harga naik, warga yang menjadi konsumen yang berteriak.
"Tentu ini harus ada formula. Tentu harus ada subsidi. Subsidinya seperti apa? Apakah bentuknya subsidi harga (di pasar) atau pemerintah yang menampung hasil (petani) dengan harga yang cukup sehingga mereka mendapat keuntungan yang cukup," kata Atikoh, Rabu (6/12/2023).
Baca juga: Bertemu Ratusan Petani Perempuan Kulon Progo, Siti Atikoh Bicara tentang Ketahanan Pangan
Atikoh menilai kondisi itu merupakan bagian dari permasalahan kedaulatan pangan Indonesia. Meski situasinya seperti dua posisi mata uang, baginya harus ada keberpihakan kepada petani. Harga produksi, misal beras, di tingkat petani juga cukup tinggi untuk biaya tenaga kerja, bibit, dan pupuk.
Maka itu, ketika harga urun, terkadang biaya produksi tak terpenuhi dengan harga jual yang ada. Di sisi lain, seandainya harga naik, warga yang menjadi konsumen yang berteriak.
"Tentu ini harus ada formula. Tentu harus ada subsidi. Subsidinya seperti apa? Apakah bentuknya subsidi harga (di pasar) atau pemerintah yang menampung hasil (petani) dengan harga yang cukup sehingga mereka mendapat keuntungan yang cukup," kata Atikoh, Rabu (6/12/2023).
Lihat Juga :