China Kecam Ancaman dan Pemerasan Trump, Picu Kebingungan Soal Tarif 245%
Kamis, 17 April 2025 - 17:56 WIB
loading...
Beijing mendesak AS untuk menghentikan ancaman dan pemerasan setelah memicu kebingungan soal tarif 245%. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - Beijing mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghentikan ancaman dan pemerasan setelah sebuah dokumen Gedung Putih memicu kebingungan soal apakah China akan dikenakan tarif 245%.
Trump telah memerintahkan penyelidikan terhadap potensi tarif baru untuk seluruh impor mineral penting AS, sebuah eskalasi besar dalam perselisihannya dengan mitra dagang global dan upaya untuk menekan pemimpin industri China.
Perintah tersebut menjelaskan apa yang telah lama diperingatkan oleh para produsen, konsultan industri, akademisi dan pihak-pihak lain di Washington bahwa AS terlalu bergantung pada Beijing dan pihak-pihak lain untuk mendapatkan versi olahan dari mineral-mineral yang menjadi sumber tenaga bagi seluruh ekonominya.
Namun, sebuah lembar fakta Gedung Putih tentang penyelidikan tersebut, yang merinci tarif yang dikenakan pada negara-negara di seluruh dunia, menyatakan, "China sekarang menghadapi tarif impor ke AS hingga 245% sebagai akibat dari tindakan pembalasannya."
Dokumen tersebut memicu laporan bahwa Trump menaikkan tarif pada China dari angka utama 145% yang sudah diberlakukan, yang ditanggapi Beijing dengan pungutan 125%. Namun, tampaknya dokumen tersebut mengacu pada pungutan impor 245% untuk sejumlah barang yang sangat terbatas seperti jarum suntik dan jarum.
Baca Juga: Tarif AS Menggila Capai 245 Persen, China Merapat ke Uni Eropa
Trump telah memerintahkan penyelidikan terhadap potensi tarif baru untuk seluruh impor mineral penting AS, sebuah eskalasi besar dalam perselisihannya dengan mitra dagang global dan upaya untuk menekan pemimpin industri China.
Perintah tersebut menjelaskan apa yang telah lama diperingatkan oleh para produsen, konsultan industri, akademisi dan pihak-pihak lain di Washington bahwa AS terlalu bergantung pada Beijing dan pihak-pihak lain untuk mendapatkan versi olahan dari mineral-mineral yang menjadi sumber tenaga bagi seluruh ekonominya.
Namun, sebuah lembar fakta Gedung Putih tentang penyelidikan tersebut, yang merinci tarif yang dikenakan pada negara-negara di seluruh dunia, menyatakan, "China sekarang menghadapi tarif impor ke AS hingga 245% sebagai akibat dari tindakan pembalasannya."
Dokumen tersebut memicu laporan bahwa Trump menaikkan tarif pada China dari angka utama 145% yang sudah diberlakukan, yang ditanggapi Beijing dengan pungutan 125%. Namun, tampaknya dokumen tersebut mengacu pada pungutan impor 245% untuk sejumlah barang yang sangat terbatas seperti jarum suntik dan jarum.
Baca Juga: Tarif AS Menggila Capai 245 Persen, China Merapat ke Uni Eropa
Lihat Juga :