Habis Jenguk Bendungan Sidan, Basuki Optimis Rampung Dua Tahun Lagi
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 16:05 WIB
loading...
Bendungan Sidan Bali ditargetkan rampung 2020. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun Bendungan Sidan di Kabupaten Badung, untuk mendukung ketersediaan air baku di Provinsi Bali yang menjadi destinasi wisata dunia. Pembangunan Bendungan Sidan merupakan salah satu dari 65 bendungan yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono optimistis pembangunan Bendungan Sidan dapat selesai sesuai target rencana selesai, yakni selesai pada 2022. "Tadi saya tinjau progresnya sekitar 18%, minus 4% karena ada masalah teknis bidang gelincir yang menimbulkan potensi longsor, tetapi itu pasti bisa diatasi dengan teknologi yang ada," kata dia, di Jakarta, Sabtu (8/8/2020).
Baca Juga: Realisasi Serapan Anggaran Kementerian PUPR Tahun Ini Akan Digas
Menurut dia saat yang perlu diatasi ialah terkait persoalan potensi terjadinya longsor. Namun untuk mengatasi permasalahan teknis tersebut, saat ini sedang dibahas metodologi terbaik untuk penanganan potensi longsor tersebut."Tadi sudah saya telepon Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR untuk segera diputuskan metodologi penanganan yang tepat. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada keputusan sehingga progres minus masih bisa kita kejar," ungkapnya.
Dia mengatakan, dengan kapasitas 3,8 juta meter kubik, Bendungan Sidan akan menjadi sumber air baku bagi kebutuhan domestik dan pariwisata. "Dalam proyeksi kami, ini pun masih kurang untuk memenuhi kebutuhan air baku Bali ke depan, sehingga kita rencanakan untuk membangun beberapa bendungan lagi, termasuk BendunganTamblang di Kabupaten Buleleng yang saat ini juga sedang dikerjakan," kata dia.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono optimistis pembangunan Bendungan Sidan dapat selesai sesuai target rencana selesai, yakni selesai pada 2022. "Tadi saya tinjau progresnya sekitar 18%, minus 4% karena ada masalah teknis bidang gelincir yang menimbulkan potensi longsor, tetapi itu pasti bisa diatasi dengan teknologi yang ada," kata dia, di Jakarta, Sabtu (8/8/2020).
Baca Juga: Realisasi Serapan Anggaran Kementerian PUPR Tahun Ini Akan Digas
Menurut dia saat yang perlu diatasi ialah terkait persoalan potensi terjadinya longsor. Namun untuk mengatasi permasalahan teknis tersebut, saat ini sedang dibahas metodologi terbaik untuk penanganan potensi longsor tersebut."Tadi sudah saya telepon Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR untuk segera diputuskan metodologi penanganan yang tepat. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada keputusan sehingga progres minus masih bisa kita kejar," ungkapnya.
Dia mengatakan, dengan kapasitas 3,8 juta meter kubik, Bendungan Sidan akan menjadi sumber air baku bagi kebutuhan domestik dan pariwisata. "Dalam proyeksi kami, ini pun masih kurang untuk memenuhi kebutuhan air baku Bali ke depan, sehingga kita rencanakan untuk membangun beberapa bendungan lagi, termasuk BendunganTamblang di Kabupaten Buleleng yang saat ini juga sedang dikerjakan," kata dia.
Lihat Juga :