5 Gubernur Bank Indonesia dengan Masa Jabatan Tersingkat, Ada Nama Wapres

Jum'at, 08 Desember 2023 - 09:56 WIB
loading...
5 Gubernur Bank Indonesia...
Boediono pernah menjabat sebagai Gubernur BI selama kurang lebih 1 tahun, tepatnya sejak Mei 2008 hingga Mei 2009. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ada banyak Gubernur Bank Indonesia yang telah menjabat sejak berdiri. Saat ini, posisi tersebut ditempati Perry Warjiyo .

Melihat nama-nama Gubernur Bank Indonesia, ada beberapa di antaranya yang menjabat dalam waktu cukup lama. Selain itu, terdapat juga sebagian lain yang hanya sebentar menjabat. Siapa sajakah mereka?

Gubernur Bank Indonesia dengan Masa Jabatan Tersingkat


1. Boediono


Boediono merupakan Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia. Mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ia menjabat pada periode 2009-2014.

Baca Juga 3 Jenis Mata Uang Logam yang Ditarik Bank Indonesia per 1 Desember 2023

Sebelumnya, Boediono juga sudah banyak menempati posisi penting lain. Salah satunya adalah Gubernur Bank Indonesia.

Pria kelahiran Blitar, 25 Februari 1943 ini menjabat Gubernur BI selama kurang lebih 1 tahun, tepatnya sejak Mei 2008 hingga Mei 2009. Waktu itu, ia mundur karena ditetapkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping SBY pada kontestasi Pilpres 2009.

2. Lukman Hakim


Berikutnya ada nama Lukman Hakim. Dulunya, ia pernah menjadi Menteri Keuangan di era Presiden Soekarno (1948-1950).

Lahir di Tuban, 6 Juni 1914, Lukman menempuh pendidikan Sarjana di Sekolah Tinggi Hukum (Rechtschogeschool) Jakarta. Selain Menteri Keuangan, masih banyak serangkaian jabatan dalam pemerintahan yang sempat didudukinya.

Salah satu yang bisa disebutkan adalah Gubernur Bank Indonesia. Tercatat, ia menjadi Gubernur ke-2 Bank Indonesia setelah menggantikan Syafruddin Prawiranegara.

Pada posisinya sebagai Gubernur Bank Indonesia, Lukman menjabat sekitar setahun lebih, tepatnya selama periode 1958-1959. Setelahnya, ia juga sempat ditunjuk menjadi Dubes Indonesia untuk Jerman Barat (1961-1966).

3. Soetikno Slamet


Soetikno Slamet memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Hukum. Melihat riwayatnya, ia juga pernah menjabat Gubernur Bank Indonesia.

Baca Juga 5 Dinamika Perubahan Global Jadi Sorotan Perry Warjiyo, Intip Detailnya

Posisi Gubernur Bank Indonesia ditempati selama kurang lebih satu tahun, tepatnya pada periode 1959-1960. Waktu itu, ia menggantikan jabatan yang sebelumnya diisi Lukman Hakim.

Selain Gubernur BI, Soetikno juga banyak menyemat jabatan penting lain. Sebut saja seperti Menteri Keuangan RI (1957-1959), Direktur Eksekutif IMF (1961-1962), dan lainnya.

4. Soemarno


Berikutnya ada nama Soemarno. Ia ditunjuk sebagai Gubernur Bank Indonesia pada 26 Oktober 1960.

Menggantikan Soetikno Slamet, posisi tersebut ditempatinya selama kurang lebih tiga tahun, tepatnya periode 1960-1963. Selain itu, Soemarno juga banyak menjabat posisi menteri dalam pemerintahan.

Beberapa di antaranya seperti Menteri Urusan Bank Sentral, Menteri Urusan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan lain sebagainya.

5. Teuku Jusuf Muda Dalam


Teuku Jusuf Muda Dalam merupakan Gubernur Bank Indonesia ke-5. Ia menjabat selama kurang lebih tiga tahun, tepatnya pada periode 1963-1966.

Pada penugasannya sebagai Gubernur BI, waktu itu ia ditunjuk menggantikan Soemarno.

Itulah sejumlah Gubernur Bank Indonesia dengan masa jabatan tersingkat yang bisa diketahui.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Rekomendasi
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Berita Terkini
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved