Negeri Naga di Asia Selatan Diam-diam Menambang Bitcoin

Senin, 11 Desember 2023 - 07:43 WIB
loading...
A A A
Namun, operasi penambangan kripto telah mendorong permintaan listrik Bhutan meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya negara ini secara besar-besaran meningkatkan impor tahun ini, dengan membeli listrik senilai USD20,7 juta sejauh ini.

Para pejabat baru-baru ini mengatakan, ada potensi membengkak menjadi USD72 juta selama musim dingin mendatang, dengan impor diperlukan selama lima bulan untuk menutupi lonjakan permintaan.

Bhutan dilaporkan bertaruh pada crypto untuk meningkatkan dan mempertahankan ekonominya di masa depan, ketika negara itu telah dilanda penurunan pariwisata sejak pandemi Covid.

Pejabat Bhutan dilaporkan tidak pernah mengungkapkan lokasi atau ruang lingkup fasilitas pertambangan. Mereka pertama kali mengomentari investasi aset digital menyusul laporan sebelumnya oleh Forbes tentang portofolio multi-juta dolar kerajaan, yang terekspos imbas kebangkrutan pemberi pinjaman crypto yakni BlockFi dan Celsius.

Negara bagian El Salvador di Amerika Tengah telah menjadi satu-satunya negara di dunia yang diketahui menjalankan tambang crypto milik negara. Negara bagian pertama di dunia yang menjadikan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, El Salvador menggunakan beberapa sumber energi terbarukan untuk memberi daya pada situs penambangannya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Investor Mulai Rasional dan Tinggalkan Tren FOMO
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
OKX Rilis Agent TradeKit,...
OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Indodax Pastikan Industri Kripto Kian Matang
Catcrs Luncurkan Dana...
Catcrs Luncurkan Dana Darurat untuk Antisipasi Risiko Kripto
OJK Catat 21 Juta Pengguna...
OJK Catat 21 Juta Pengguna Kripto di RI, Indodax Kuasai 46,5%
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Polda Jateng Gandeng...
Polda Jateng Gandeng FBI Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Lintas Negara Beromzet Rp41,1 Miliar
Upbit Indonesia Perkuat...
Upbit Indonesia Perkuat Literasi Blockchain Lewat Peresmian Web3 Education Center
Rekomendasi
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Berita Terkini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved