Orang Terkaya Rusia Incar Aset Barat yang Ditinggalkan
Senin, 11 Desember 2023 - 08:55 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita RBK awal tahun ini, Potanin mencatat bahwa "eksodus panik" perusahaan asing dari pasar Rusia, membuka jalan bagi bisnis mereka untuk diakuisisi dengan persyaratan yang sangat menarik. Sementara rincian pembelian Rosbank dan Tinkoff tidak dipublikasikan, sumber mengklaim kedua akuisisi dilakukan dengan diskon besar.
Sekitar 300 perusahaan asing telah meninggalkan pasar Rusia di bawah tekanan sanksi Barat sejak dimulainya konflik Ukraina pada Februari 2022, menurut data KSE’s Leave Russia tracker. Seperti sanksi itu sendiri, kepergian perusahaan dimaksudkan untuk melemahkan ekonomi Rusia.
Situasi tersebut coba dimainkan oleh pengusaha Rusia, terutama karena aturan divestasi yang diperkenalkan pemerintah pada awal tahun ini. Perusahaan yang keluar dari Rusia diharuskan menjual aset mereka dengan diskon 50%, sementara itu mereka juga perlu mendapatkan izin pemerintah untuk penjualan dan membayar biaya wajib untuk anggaran Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin, yang juga berpidato di forum VTB pada hari Kamis, mencatat bahwa keluarnya perusahaan-perusahaan Barat telah menguntungkan bagi ekonomi Rusia, dengan perusahaan-perusahaan domestik "mengambil alih segalanya dan bergerak maju."
Dia juga mencatat bahwa jumlah perusahaan asing yang beroperasi di negara itu sebenarnya meningkat setelah diberlakukannya sanksi, dari 24.100 pada Maret 2022 menjadi 25.600 pada November tahun ini.
Sekitar 300 perusahaan asing telah meninggalkan pasar Rusia di bawah tekanan sanksi Barat sejak dimulainya konflik Ukraina pada Februari 2022, menurut data KSE’s Leave Russia tracker. Seperti sanksi itu sendiri, kepergian perusahaan dimaksudkan untuk melemahkan ekonomi Rusia.
Situasi tersebut coba dimainkan oleh pengusaha Rusia, terutama karena aturan divestasi yang diperkenalkan pemerintah pada awal tahun ini. Perusahaan yang keluar dari Rusia diharuskan menjual aset mereka dengan diskon 50%, sementara itu mereka juga perlu mendapatkan izin pemerintah untuk penjualan dan membayar biaya wajib untuk anggaran Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin, yang juga berpidato di forum VTB pada hari Kamis, mencatat bahwa keluarnya perusahaan-perusahaan Barat telah menguntungkan bagi ekonomi Rusia, dengan perusahaan-perusahaan domestik "mengambil alih segalanya dan bergerak maju."
Dia juga mencatat bahwa jumlah perusahaan asing yang beroperasi di negara itu sebenarnya meningkat setelah diberlakukannya sanksi, dari 24.100 pada Maret 2022 menjadi 25.600 pada November tahun ini.
(akr)
Lihat Juga :