Digetok Perkara Tik Tok, Besok Indeks Diperkirakan Keok

loading...
Digetok Perkara Tik Tok, Besok Indeks Diperkirakan Keok
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Esok hari sentimen positif dan negatif akan saling berebut pengaruhi untuk memengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Semua sentimen itu datang dari dalam negeri maupun luar negeri.

Jika sentimen positif yang menang maka indeks diperkirakan akan menguat. Sebaliknya, indeks ajah terkulai jika sentimen positif itu tak berdaya dihajar sentimen negatif.

Peningkatan kasus Covid 19 masih menjadi perhatian pelaku pasar selama belum ditemukan vaksin yang efektif. Kekhawatiran yang bakal muncul lebih ke potensi ganguan pemulihan ekonomi akibat pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus.

Peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia menjadi sentimen negatif yang datang dari dalam negeri. Sementar dari luar negeri sentimen negatif itu terkait dengan situasi Amerika Serikat.



"Memanasnya konflik China dan AS menjadi perhatian pelaku pasar," kata Hans Kwee, Direktur Investama, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (9/8/2020). (Baca juga:Belum Aman, Kasus Covid-19 di Pulau Jawa Diprediksi Bertambah)

Konflik AS-China kali ini dipicu kebijakan Donald Trump yang melarang setiap perusahaan Amerika bertransaksi dengan raksasa teknologi dari China ByteDance (pembuat aplikasi Tik Tok) dan Tencent (pembuat aplikasi WeChat) selama 45 hari. Pasar khawatir China akan melakukan pembalasan dengan memblok aplikasi dari AS seperti Apple atau Microsoft.

Pelaku pasar juga menantikan kelanjutan paket stimulus Amerika untuk mengantisipasi pandemik Covid-19. Bila dicapai kesepakatan akan menjadi amunisi baru untuk penguatan Indeks.



"Bila tidak dan negosiasi lama maka pasar akan merespons dengan negatif," jelas Hans.

Sementara itu, data lapangan kerja Amerika Serikat terlihat lebih baik dari perkiraan pelaku pasar. Ini menjadi sentimen positif bagi pasar, tetapi belum menunjukan tanda-tanda pemulihan ekonomi secara keseluruhan.

"Laba Korporasi AS yang lebih baik dari konsensus pasar menjadi sentimen positif. Hal ini sudah menjadi pendorong kenaikan Indeks dan harga saham dalam beberapa Minggu terakhir ini," imbuh Hans.

Dari dalam negeri, sentimen positif itu adalah perbaikan ekonomi dikuartal ketiga yang dilihat dari dari data pertumbuhan penyaluran kredit dan penjualan kendaraan. Perbaikan itu bisa meredam dampak negatif pertumbuhan ekonomi yang minus di kuartal II kemarin.
Dengan berbagai sentimen negatif dan positif itu, Hans kemudian memprediksi pergerakan indeks esok hari.

"Kami perkirakan IHSG cenderung konsolidasi melemah dengan support di level 5.059 sampai 4.928 dan resistance di level 5.200 sampai 5.250," pungkasnya.
(uka)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top