Halo Pak Erick, Kata Budiman: BUMN Malas Berinvestasi di Pelosok

Minggu, 09 Agustus 2020 - 20:30 WIB
loading...
Halo Pak Erick, Kata...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Pengawas Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI) Budiman Sudjatmiko mencatat, badan usaha milik negara (BUMN) dan sejumlah perusahaan swasta "malas" melakukan investasi ke daerah pelosok karena dinilai tidak menguntungkan secara ekonomi. Ketiadaan investasi itu disebabkan ketiadaan infrastruktur teknologi yang mampu menunjang kinerja korporasi.

Budiman menyebut, pemerintah pusat memang sudah melakukan proses digitalisasi yang disebut dengan program Palapa Ring. Meski begitu, dia bilang, program itu belum terjamah ke desa-desa pelosok.

"Pemerintah sudah membuat banyak program, misalnya Palapa Ring. Itu sudah tersentuh dengan digital. Kalau saya buat perumpamaan dengan infrastruktur jalan, Palapa Ring itu baru jalan tol, jalan tol yang melintas. Tapi jalan di kanan dan kiri di kampung itu tidak diaspal," ujar Budiman dalam Webinar terkait Strategi Hadapi Resesi Ekonomi, Prioritas Dibangun Desa atau Kota, Jakarta, Minggu (9/8/2020).

Budiman menjelaskan, kebutuhan masyarakat terhadap digitalisasi dan informasi di pedesaan memiliki potensi ekonomi yang besar. Selain itu, juga membantu masyarakat di pedesaan dalam kondisi yang mendesak seperti pandemi Covid-19.

Menurutnya, untuk menarik investasi perusahaan swasta atau BUMN ke desa, maka harus ada pembangunan infrastruktur digital di desa. Dan hal itu bisa dilakukan juga dilakukan oleh pemerintah desa dengan memanfaatkan anggaran dan BUMDes atau koperasi. Langkah itu pun juga harus didorong oleh pemerintah pusat melalui sejumlah perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang teknologi dan informasi. ( Baca juga:Perangkat Desa Masih Belum Boleh Ikut Program Kartu PraKerja )

"BUMDes bisa saja kita dorong. Kita sambungkan dengan perusahaan internet yang mau peduli dan berkolaborasi membuat usaha teknologi seperti yang dimiliki oleh kota. Kita buat blusukan digital ke desa," ujar Budiman.

Dirinya juga menceritakan perihal berbagai program digitalisasi ekonomi yang sudah dilakukan pihaknya. KSDI telah membentuk sebuah koperasi yang dinamai sebagai koperasi Algoritma Desa yang saat ini sudah berjalan selama dua tahun. Bahkan, koperasi ini terdapat di dua wilayah, yakni di daerah Nagara Sumatera Barat dan Papua.

"Kita sudah coba itu tahun lalu, sebelum pandemi di beberapa nagari di tanah datar Sumatera Bbarat. Alhamdulillah bulan November saja di tanah nagari itu pelanggan di sana 200 orang. Keuntungannya saja Rp16 juta per bulan, padahal belum ada kewajiban belajar dari rumah," katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Rekomendasi
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 3: Mila Makin Yakin Berpisah, Kondisi Efendi Kian memburuk
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Berita Terkini
NHM Peduli Dampingi...
NHM Peduli Dampingi Pasien Jantung Rematik Asal Lingkar Tambang Hingga Sukses Jalani Operasi di Jakarta
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved