Siap Kembangkan Bisnis, Sinergi Multi Lestarindo Bakal Melantai di BEI
Selasa, 19 Desember 2023 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Siu menjelaskan, perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan rata-rata lebih dari 30% setiap tahunnya dalam dua tahun terakhir. Untuk periode Juni 2023, perseroan bahkan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 49,35% menjadi Rp92,3 miliar dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp61,8 miliar di Juni 2022.
Direktur Investment Banking MNC Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek (underwriter) Hary Herdiyanto, menambahkan bahwa SMLE memiliki beberapa keunggulan kompetitif. Antara lain tim R&D yang diharapkan mampu secara aktif melakukan inovasi secara berkelanjutan untuk menciptakan formula dan produk yang diterima oleh pelanggan, diversifikasi industri pelanggan yang luas, serta performa keuangan yang baik. Dengan keunggulan tersebut, MNC Sekuritas optimistis bahwa IPO SMLE akan mendapatkan respons yang baik dari calon investor.
Dalam IPO ini, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 465.625.000 saham baru atau setara dengan 20% dari modal disetor setelah IPO yang ditawarkan dengan rentang harga sebesar Rp175 s.d Rp190 per saham pada masa penawaran awal. Target dana yang terkumpul yaitu sebanyak-banyaknya sebesar Rp88.468.750.000.
Sebagian besar dana hasil IPO tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan usaha, yaitu berupa modal kerja melalui pembelian bahan baku yang akan digunakan pada unit bisnis produk kosmetika, makanan dan minuman, serta kimia industri. Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk belanja modal melalui pembelian gudang yang akan membantu rencana ekspansi bisnis perseron.
Tidak hanya itu, dana hasil IPO juga akan digunakan untuk pengembangan lab R&D perseroan, sehingga dapat menghasilkan formulasi dan prototipe yang lebih cepat dan variatif untuk menunjang permintaan dari masing-masing pelanggan terkait spesifikasi bahan baku yang dibutuhkan.
Direktur Investment Banking MNC Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek (underwriter) Hary Herdiyanto, menambahkan bahwa SMLE memiliki beberapa keunggulan kompetitif. Antara lain tim R&D yang diharapkan mampu secara aktif melakukan inovasi secara berkelanjutan untuk menciptakan formula dan produk yang diterima oleh pelanggan, diversifikasi industri pelanggan yang luas, serta performa keuangan yang baik. Dengan keunggulan tersebut, MNC Sekuritas optimistis bahwa IPO SMLE akan mendapatkan respons yang baik dari calon investor.
Dalam IPO ini, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 465.625.000 saham baru atau setara dengan 20% dari modal disetor setelah IPO yang ditawarkan dengan rentang harga sebesar Rp175 s.d Rp190 per saham pada masa penawaran awal. Target dana yang terkumpul yaitu sebanyak-banyaknya sebesar Rp88.468.750.000.
Sebagian besar dana hasil IPO tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan usaha, yaitu berupa modal kerja melalui pembelian bahan baku yang akan digunakan pada unit bisnis produk kosmetika, makanan dan minuman, serta kimia industri. Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk belanja modal melalui pembelian gudang yang akan membantu rencana ekspansi bisnis perseron.
Tidak hanya itu, dana hasil IPO juga akan digunakan untuk pengembangan lab R&D perseroan, sehingga dapat menghasilkan formulasi dan prototipe yang lebih cepat dan variatif untuk menunjang permintaan dari masing-masing pelanggan terkait spesifikasi bahan baku yang dibutuhkan.
Lihat Juga :