AS Terus Menumpuk Utang, dalam Enam Bulan Bertambah Rp40.120 Triliun

Jum'at, 22 Desember 2023 - 04:53 WIB
loading...
A A A
Pembayaran bunga atas utang nasional diperkirakan telah melonjak di atas USD1 triliun secara tahunan pada akhir Oktober, menurut perhitungan Bloomberg berdasarkan data Treasury AS.

Menurut Bank of America (BoA), utang publik bisa melonjak sebesar USD20 triliun selama satu dekade berikutnya. Kemungkinan akan tumbuh sebesar USD5,2 miliar setiap hari selama sepuluh tahun ke depan, yang akan menempatkannya di posisi sekitar USD54 triliun di tahun 2033, ungkap BoA memperingatkan pada bulan lalu.

AS sepertinya sudah melampaui plafon utangnya, yang secara hukum ditetapkan sebesar USD31,4 triliun, pada Januari 2023. Setelah adanya peringatan soal ancaman default yang berpotensi bencana dari Departemen Keuangan, Presiden Joe Biden akhirnya meneken RUU utang bipartisan pada Juni, dimana memungkinkan batas tersebut dicabut hingga Januari 2025.

Secara garis besar memungkinkan pemerintah bakal melanjutkan pinjaman tanpa batas hingga tahun depan. Utang AS telah melonjak menjadi USD32 triliun kurang dari dua minggu setelah RUU itu disetujui, dan terus menumpuk sejak saat itu.

Situasi ini telah menyebabkan lembaga pemeringkat kredit internasional utama Fitch dan Moody's memangkas prospek mereka untuk AS pada tahun ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Rekomendasi
Dilantik Jadi Jampidsus,...
Dilantik Jadi Jampidsus, Kuntadi Janji Tuntaskan Kasus Besar hingga Evaluasi Perkara
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Berita Terkini
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved