Jokowi Wariskan Utang Rp8.000 Triliun di Akhir Jabatan, Ditanggung Presiden Baru
Jum'at, 22 Desember 2023 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
"Sayangnya kalau konteks belanja, ini PR yang terjadi setiap tahun diangkat pemerintah dalam hal realisasi belanja. Kalau kita lihat polanya, umumnya di kuartal IV pertumbuhan realisasi belanja pemerintah mengalami peningkatan, baik di pusat maupun di daerah, sehingga dugaan saya di akhir tahun Belanja baru di gas, untuk bisa lebih tinggi realisasinya," lanjut Yusuf.
"Kalau sudah menarik utang, dan realisasi belum baik, makanya itu kemudian menjadi diskursus tersendiri, perlu ada peningkatan realisasi pemerintah," sambungnya.
Baca Juga: Naik! Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.079 Triliun
Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan penambahan beban utang negara baru yang tembus Rp8.000 triliun itu akan menjadi PR bagi siapapun capres - cawapres yang terpilih tahun depan. Sebab jatuh tempo utang 2-3 tahun kedepan itu relatif lebih besar jika dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun sebelumnya.
"Tentu kalau jatuh tempo utang, Pemerintah perlu memikirkan strategi apakah kemudian melakukan refinancing, atau kemudian membayarkan utangnya. Ini akan berkaitan dengan kondisi ekonomi global dan domestik, termasuk didalamnya suku bunga acuan," pungkasnya.
"Kalau sudah menarik utang, dan realisasi belum baik, makanya itu kemudian menjadi diskursus tersendiri, perlu ada peningkatan realisasi pemerintah," sambungnya.
Baca Juga: Naik! Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.079 Triliun
Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan penambahan beban utang negara baru yang tembus Rp8.000 triliun itu akan menjadi PR bagi siapapun capres - cawapres yang terpilih tahun depan. Sebab jatuh tempo utang 2-3 tahun kedepan itu relatif lebih besar jika dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun sebelumnya.
"Tentu kalau jatuh tempo utang, Pemerintah perlu memikirkan strategi apakah kemudian melakukan refinancing, atau kemudian membayarkan utangnya. Ini akan berkaitan dengan kondisi ekonomi global dan domestik, termasuk didalamnya suku bunga acuan," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :