Sudah Teken, Luhut Sebut Investasi CBL di Indonesia Rp6 Triliun
Jum'at, 22 Desember 2023 - 14:31 WIB
loading...
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengabarkan, perusahaaan kendaraan baterai kendaraan listrik asal China yakni China Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co Ltd (CBL) akan berinvestasi di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengabarkan, perusahaaan baterai kendaraan listrik asal China yakni China Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co Ltd (CBL) akan berinvestasi di Indonesia dalam waktu dekat ini.
Baca Juga: Sah! Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Bakal Digarap China
Luhut mengatakan, pemerintah Indonesia dan pihak CBL telah menyepakati adanya investasi tersebut. Ia mengatakan investasi ini akan memberikan dampak positif bagi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Luhut menyebutkan bahwa nilai investasinya sebesar USD420 juta atau sekitar Rp6,52 triliun (kurs Rp15.533 per USD). Baca Juga: IBC Berencana Bangun 1.000 Stasiun Pengisian dan 5.000 Penukaran Baterai Kendaraan Listrik di 2024
"Sebenarnya sudah tanda tangan, itu kira-kira USD 420 juta, jadi walaupun harga nikel agak turun, saya pikir kemajuan dilakukan. Diumumkan pada tanggal 28 (Desember)," kata Luhut dalam konferensi pers Evaluasi Kinerja 2023 menuju Indonesia emas 2045, Jumat (22/12/2023).
Baca Juga: Memaksimalkan Potensi Indonesia Jadi Pusat Global Ekosistem Baterai EV
Adapun kesepakatan ini merupakan tindaklanjut dari PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) dengan PT International Mineral Capital (PTIMC) yang merupakan anak usaha perseroan, dan Hong Kong CBL Limited (HKCBL) yang merupakan anak perusahaan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL).
Baca Juga: Sah! Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Bakal Digarap China
Luhut mengatakan, pemerintah Indonesia dan pihak CBL telah menyepakati adanya investasi tersebut. Ia mengatakan investasi ini akan memberikan dampak positif bagi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Luhut menyebutkan bahwa nilai investasinya sebesar USD420 juta atau sekitar Rp6,52 triliun (kurs Rp15.533 per USD). Baca Juga: IBC Berencana Bangun 1.000 Stasiun Pengisian dan 5.000 Penukaran Baterai Kendaraan Listrik di 2024
"Sebenarnya sudah tanda tangan, itu kira-kira USD 420 juta, jadi walaupun harga nikel agak turun, saya pikir kemajuan dilakukan. Diumumkan pada tanggal 28 (Desember)," kata Luhut dalam konferensi pers Evaluasi Kinerja 2023 menuju Indonesia emas 2045, Jumat (22/12/2023).
Baca Juga: Memaksimalkan Potensi Indonesia Jadi Pusat Global Ekosistem Baterai EV
Adapun kesepakatan ini merupakan tindaklanjut dari PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) dengan PT International Mineral Capital (PTIMC) yang merupakan anak usaha perseroan, dan Hong Kong CBL Limited (HKCBL) yang merupakan anak perusahaan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL).
Lihat Juga :