Rupiah Ungguli Dolar, Dana Asing Diprediksi Masuk ke Indonesia
Senin, 10 Agustus 2020 - 13:45 WIB
loading...
A
A
A
"Kondisi ini biasanya positif untuk pasar obligasi pemerintah. Standar deviasi USD/IDR sudah turun menjadi 125 pips di bulan Juni dari 940 pips di bulan Maret," bebernya.
Perkembangan ini juga membawa pada revisi fluktuasi sepanjang tahun 2020 sebesar 500 pips dari sebelumnya 1000 pips. "Artinya perkiraan rentang perdagangan USD/IDR di semester kedua tahun ini berada antara Rp14.000 hingga Rp15.000," kata dia.
Di samping itu, rata-rata arus dana asing masuk ke obligasi rupiah pemerintah Indonesia antara Rp80-120 triliun per tahun dalam sepuluh tahun terakhir. "Walaupun kadang ada tahun yang buruk dimana terjadi arus dana asing keluar dalam jumlah besar seperti yang terjadi pada semester I 2020," ucap dia.
(Baca Juga: Asyik, Kenaikan Cadev Bakal Dorong Stabilitas Rupiah)
Adrian mengungkapkan, jika data historis berulang, maka antara semester II/2020 hingga akhir tahun 2021 akan terjadi arus dana asing masuk sekitar Rp300 triliun ke obligasi rupiah pemerintah Indonesia. "Jaminan suku bunga USD super rendah hingga tahun 2022 oleh Federal Reserve juga diharapkan akan mendorong pelaku keuangan global untuk kembali masuk ke pasar obligasi domestik," ujarnya.
Perkembangan ini juga membawa pada revisi fluktuasi sepanjang tahun 2020 sebesar 500 pips dari sebelumnya 1000 pips. "Artinya perkiraan rentang perdagangan USD/IDR di semester kedua tahun ini berada antara Rp14.000 hingga Rp15.000," kata dia.
Di samping itu, rata-rata arus dana asing masuk ke obligasi rupiah pemerintah Indonesia antara Rp80-120 triliun per tahun dalam sepuluh tahun terakhir. "Walaupun kadang ada tahun yang buruk dimana terjadi arus dana asing keluar dalam jumlah besar seperti yang terjadi pada semester I 2020," ucap dia.
(Baca Juga: Asyik, Kenaikan Cadev Bakal Dorong Stabilitas Rupiah)
Adrian mengungkapkan, jika data historis berulang, maka antara semester II/2020 hingga akhir tahun 2021 akan terjadi arus dana asing masuk sekitar Rp300 triliun ke obligasi rupiah pemerintah Indonesia. "Jaminan suku bunga USD super rendah hingga tahun 2022 oleh Federal Reserve juga diharapkan akan mendorong pelaku keuangan global untuk kembali masuk ke pasar obligasi domestik," ujarnya.
(fai)
Lihat Juga :