Penyuluh Kostratani Jawa Timur Dapat Pembekalan di ToT CSA SIMURP
Senin, 10 Agustus 2020 - 13:57 WIB
loading...
Para penyuluh Kostratani yang ada di Jawa Timur mengikuti pelatihan ToT CSA proyek Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP).
A
A
A
MALANG - Para penyuluh Kostratani yang ada di Jawa Timur mengikuti pelatihan pertanian cerdas iklim atau Training On Trainer (ToT) Climate Smart Agriculture (CSA) proyek Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP). Kegiatan ini dilangsungkan di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan, Kecamatan Lawang, Malang, Senin-Kamis (10-13/08/2020).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyambut baik digelarnya kegiatan ini. Sebab, ToT CSA SIMURP bisa membantu petani dalam menghadapi kendala iklim.
“Kegiatan ToT CSA SIMURP ini mengajarkan petani dan penyuluhan bagaimana seharusnya pertanian dijalankan jika menghadapi situasi perubahan iklim. Sehingga pertanian tidak terganggu. Tujuan utamanya adalah meningkatkan produksi, khususnya di daerah irigasi, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani,” tuturnya.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, menjelaskan proyek SIMURP juga bertujuan memperkuat peran dari Kostratani.
“Proyek SIMURP mempunyai sejumlah tujuan, seperti meningkatkan produksi beras melalui peningkatan indeks pertanaman, mengurangi emisi gas rumah kaca dengan penerapan pertanian cerdas iklim atau CSA, peningkatan adopsi teknologi pertanian oleh petani, dan yang terakhir peningkatan kapasitas kelembagaan petani yaitu dengan penguatan BPP melalui pengadaan Sarpras IT Kostratani,” jelasnya.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh) BPPSDMP Kementan Leli Nuryati menambahkan, SIMURP mempunyai beberapa agenda pelatihan untuk meningkatkan efektivitas proyeknya.
“Untuk menerapkan pertanian Cerdas Iklim, dibutuhkan SDM-SDM yang berkualitas dan paham agar kegiatan ini menjadi efektif. Oleh karena itu, SIMURP memiliki sejumlah agenda pelatihan. Kegiatan pra-pelatihan tersebut meliputi TOM, TOT, TOF. Semuanya dilakukan dengan berbasis pada CSA,” terangnya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyambut baik digelarnya kegiatan ini. Sebab, ToT CSA SIMURP bisa membantu petani dalam menghadapi kendala iklim.
“Kegiatan ToT CSA SIMURP ini mengajarkan petani dan penyuluhan bagaimana seharusnya pertanian dijalankan jika menghadapi situasi perubahan iklim. Sehingga pertanian tidak terganggu. Tujuan utamanya adalah meningkatkan produksi, khususnya di daerah irigasi, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani,” tuturnya.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, menjelaskan proyek SIMURP juga bertujuan memperkuat peran dari Kostratani.
“Proyek SIMURP mempunyai sejumlah tujuan, seperti meningkatkan produksi beras melalui peningkatan indeks pertanaman, mengurangi emisi gas rumah kaca dengan penerapan pertanian cerdas iklim atau CSA, peningkatan adopsi teknologi pertanian oleh petani, dan yang terakhir peningkatan kapasitas kelembagaan petani yaitu dengan penguatan BPP melalui pengadaan Sarpras IT Kostratani,” jelasnya.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh) BPPSDMP Kementan Leli Nuryati menambahkan, SIMURP mempunyai beberapa agenda pelatihan untuk meningkatkan efektivitas proyeknya.
“Untuk menerapkan pertanian Cerdas Iklim, dibutuhkan SDM-SDM yang berkualitas dan paham agar kegiatan ini menjadi efektif. Oleh karena itu, SIMURP memiliki sejumlah agenda pelatihan. Kegiatan pra-pelatihan tersebut meliputi TOM, TOT, TOF. Semuanya dilakukan dengan berbasis pada CSA,” terangnya.
Lihat Juga :