Terungkap! Realisasi Penyaluran Dana PEN Baru 21,9%
Senin, 10 Agustus 2020 - 17:29 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai 21,9%.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pada pertama Agustus 2020 realisasi program PEN baru mencapai Rp151,25 triliun atau setara 21,9% dari pagu anggaran PEN Rp695,2 triliun.
Rinciannya penyerapan anggaran tersebut terdiri dari perlindungan sosial Rp95,5 triliun, dukungan UMKM Rp32,5 triliun, insentif kesehatan Rp7,1 triliun, sektor kementerian/lembaga dan pemerintah daerah Rp8,6 triliun, serta insentif dunia usaha Rp16,6 triliun.
"Kita lihat akselerasi sudah mulai meningkat dan kita minta supaya makin efisien,"ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (10/8/2020). Baca Juga:Nggak Ada yang Baru, Ini Jurus Pemerintah Tangkal Resesi
Menurut dia realisasi tersebut sudah cukup besar bagi penerima manfaat jika dihitung dari populasi penduduk Indonesia. Disamping itu ditambah insentif dunia usaha, insentif perpajakan, subsidi bunga, penempatan dana murah untuk restrukturisasi kredit dan meluncurkan kembali kredit modal kerja untuk UMKM dan industri padat karya. "Kita berikan pembiayaan investasi ke koperasi melalui penjaminan kredit korporasi terutama padat karya dan juga ada PMN dan pemberian pinjaman atau talangan BUMN," jelasnya.
Baca Juga: Pemerintah Bebal Kebijakan, Bikin Ekonomi Rontok -5,32%
Dia menandaskan bahwa pemerintah akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program PEN. Apabila terjadi hambatan akan lekas diurai sehingga dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. "Jika program yang di desain sejak awal tidak ada peningkatan pelaksanaan, kita lakukan perubahan desain agar dampak bisa betul maksimal di dalam pemulihan ekonomi kita dan kita terus mempercepat proses birokrasinya," tandas dia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pada pertama Agustus 2020 realisasi program PEN baru mencapai Rp151,25 triliun atau setara 21,9% dari pagu anggaran PEN Rp695,2 triliun.
Rinciannya penyerapan anggaran tersebut terdiri dari perlindungan sosial Rp95,5 triliun, dukungan UMKM Rp32,5 triliun, insentif kesehatan Rp7,1 triliun, sektor kementerian/lembaga dan pemerintah daerah Rp8,6 triliun, serta insentif dunia usaha Rp16,6 triliun.
"Kita lihat akselerasi sudah mulai meningkat dan kita minta supaya makin efisien,"ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (10/8/2020). Baca Juga:Nggak Ada yang Baru, Ini Jurus Pemerintah Tangkal Resesi
Menurut dia realisasi tersebut sudah cukup besar bagi penerima manfaat jika dihitung dari populasi penduduk Indonesia. Disamping itu ditambah insentif dunia usaha, insentif perpajakan, subsidi bunga, penempatan dana murah untuk restrukturisasi kredit dan meluncurkan kembali kredit modal kerja untuk UMKM dan industri padat karya. "Kita berikan pembiayaan investasi ke koperasi melalui penjaminan kredit korporasi terutama padat karya dan juga ada PMN dan pemberian pinjaman atau talangan BUMN," jelasnya.
Baca Juga: Pemerintah Bebal Kebijakan, Bikin Ekonomi Rontok -5,32%
Dia menandaskan bahwa pemerintah akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program PEN. Apabila terjadi hambatan akan lekas diurai sehingga dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. "Jika program yang di desain sejak awal tidak ada peningkatan pelaksanaan, kita lakukan perubahan desain agar dampak bisa betul maksimal di dalam pemulihan ekonomi kita dan kita terus mempercepat proses birokrasinya," tandas dia.
(nng)
Lihat Juga :