alexametrics

Tingkatkan Investasi

Pemerintah Siapkan Skema Baru Insentif Pajak

loading...
Pemerintah Siapkan Skema Baru Insentif Pajak
Pemerintah Siapkan Skema Baru Insentif Pajak. (Dok.SINDOnews).
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan skema baru insentif pajak guna menarik lebih banyak investasi di Tanah Air. Sedikitnya ada empat skema perpajakan yang akan diberikan yakni berupa tax holiday, tax allowance, pajak industri kecil dan menengah (IKM), serta pajak riset dan pengembangan (R&D) bagi perusahaan yang terlibat dalam pengembangan pendidikan vokasi.

Saat ini skema insentif pajak tersebut masih difinalisasi dan akan disampaikan secara langsung oleh Presiden para April mendatang. Pemerintah berharap, adanya skema baru perpajakan bagi pelaku usaha itu akan mendorong investasi di sektor riil.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ada perubahan yang sangat radikal dalam mengubah dan mendesain insentif investasi.

“Dari sisi rate, tax holiday yang tidak lagi menggunakan range, tetapi satu, 100%. Setiap dunia usaha yang masuk klasifikasi dalam kelompok yang menerima fasilitas pasti akan dapat tax holiday 100% dan jangka waktunya memperhitungkan nilai investasinya. Makin besar investasinya, makin lama dia dapat tax holiday," ujarnya di Jakarta kemarin.

Sekadar diketahui, tax holiday adalah bentuk keringanan pajak bagi perusahaan berupa pembebasan membayar pajak dalam kurun waktu tertentu sejak dimulainya produksi komersial.

Adapun tax allowance berupa pengurangan pajak yang diberikan kepada perusahaan yang masuk kategori pionir ataupun untuk kepentingan ekspansi dari sisi kapasitas.

"Mereka bisa pilih di antara itu. Sementara untuk dunia usaha kecil menengah, yang di bawah Rp4,8 miliar per tahun, kami akan turunkan PPh final dari 1% jadi 0,5%," tuturnya.

Sementara bagi dunia usaha yang melakukan investasi di bidang vokasi maupun riset dan pengembangan (research and development/R&D) akan diberikan insentif dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh).

"Pemerintah berkomitmen dari sisi reformasi dan kebijakan investasi. Kami memberikan kemudahan, simplifikasi, pelayanan, dan kepastian. Itu yang mau kami komunikasikan dengan dunia usaha," ujarnya.

Sri Mulyani menuturkan, kebijakan tersebut bertujuan agar dunia usaha yakin bahwa Indonesia merupakan negara dengan ekonomi yang pasarnya terus tumbuh. "Kami akan lakukan benchmarking dan akan lebih baik dari yang ditawarkan Thailand, Malaysia, Vietnam, Filipina dari sisi allowance atau holiday," tuturnya.

Dia juga mengingatkan agar para pengusaha menyimpan uang surplus usahanya di dalam negeri dan tidak disimpan di sekuritas di luar negeri. "Tanamkan di sini. Kami kasih insentif," ungkapnya.

Menteri Perindustrian Airlanga Hartarto sebelumnya mengatakan, kebijakan insentif pajak akan diberikan kepada investasi baru dan akan menambah pendapatan negara. “Jadi, nanti ketika pengusaha melakukan aplikasi, dia sudah melihat industrinya masuk dalam kategori, baik itu sektor hulu maupun pionir, seperti pengembangan industri petrokimia dan baja,” ujarnya.

Kalangan pelaku usaha menilai, selama ini implementasi insentif berupa tax holiday maupun tax allowance kurang menarik karena jangka waktunya terbatas. Selain itu syarat yang harus dipenuhi terlalu rumit. "Kami (pengusaha) akhirnya merasa bahwa karena syaratnya terlalu tinggi, dan apa yang diperoleh kurang menarik. Pada akhirnya mereka tidak mengajukan bahkan tidak jadi investasi," ungkap Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar.

Dia menambahkan, kriteria mengenai aturan insentif yang baru harus lebih jelas dan menarik baik untuk tax holiday maupun tax allowance. Terpenting, kata dia, kriterianya harus jelas. Misalnya investasi yang dikaitkan dengan penyerapan tenaga kerja, nilai ekspor dan jumlah produksi yang akan diekspor.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, efektivitas insentif pajak yang akan diberikan pemerintah harus diikuti dengan kebijakan lainnya yang mempengaruh investasi.
halaman ke-1 dari 4
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak