Jokowi Pangkas Program PEN, Erick Thohir: Implementasinya Payah!
Senin, 10 Agustus 2020 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
Erick menilai implementasi program-program tersebut diyakini memberi efek bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Di mana, dia mengklaim akan pulih secara cepat 100 persen yang diikuti oleh pertumbuhan sejumlah sektor bisnis pada kuartal I/2021. Erick mencontohkan, recovery ekonomi di China terjadi akibat program pemulihan ekonomi mereka tidak muluk-muluk.
Bahkan, Mantan Bos Klub Inter Milan itu mengklaim pertumbuhan ekonomi berada di peringkat ketiga dibandingkan kelompok 20 negara ekonomi terbesar atau G20. Erick mengungkapkan, pertumbuhan perekonomian negara lain bahkan ada yang mencapai -17 persen. Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 hanya -5,32 persen. "Dengan segala upaya kita yang lakukan dan pak Jokowi, saya gak mau debat sama siapapun, tidak melakukan lockdown tepat. Terbukti, dibanding G20, kita mungkin Ranking 2 atau 3 yang ekonominya paling oke," ujar Erick.
Baca Juga: Resesi Ekonomi RI Tidak Terhindarkan, Seberapa Dalam Tergantung Penyerapan PEN
Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II/2020 mengalami kontraksi atau minus 5,32 persen akibat pandemi Covid-19. Jika dibandingkan secara tahunan, angka pertumbuhan ini mengalami kontraksi yang cukup hebat, pasalnya di triwulan II tahun lalu pertumbuhan masih cukup baik yakni diangka 5,07 persen. Sedangkan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan harga konstan pada Triwulan II/2020 sebesar Rp 2.589,6 triliun
Bahkan, Mantan Bos Klub Inter Milan itu mengklaim pertumbuhan ekonomi berada di peringkat ketiga dibandingkan kelompok 20 negara ekonomi terbesar atau G20. Erick mengungkapkan, pertumbuhan perekonomian negara lain bahkan ada yang mencapai -17 persen. Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 hanya -5,32 persen. "Dengan segala upaya kita yang lakukan dan pak Jokowi, saya gak mau debat sama siapapun, tidak melakukan lockdown tepat. Terbukti, dibanding G20, kita mungkin Ranking 2 atau 3 yang ekonominya paling oke," ujar Erick.
Baca Juga: Resesi Ekonomi RI Tidak Terhindarkan, Seberapa Dalam Tergantung Penyerapan PEN
Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II/2020 mengalami kontraksi atau minus 5,32 persen akibat pandemi Covid-19. Jika dibandingkan secara tahunan, angka pertumbuhan ini mengalami kontraksi yang cukup hebat, pasalnya di triwulan II tahun lalu pertumbuhan masih cukup baik yakni diangka 5,07 persen. Sedangkan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan harga konstan pada Triwulan II/2020 sebesar Rp 2.589,6 triliun
(nng)
Lihat Juga :