Picu Banyak Reaksi Penolakan, Thailand Tunda Program BLT Rp218 Triliun

Kamis, 18 Januari 2024 - 08:04 WIB
loading...
Picu Banyak Reaksi Penolakan,...
Pemerintah Thailand mengumumkan penundaan pelaksanaan program bantuan langsung tunai. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Dalam sebuah peristiwa yang mengejutkan, Pemerintah Thailand telah mengumumkan penundaan pelaksanaan program bantuan langsung tunai (BLT). Inisiatif ini awalnya dijadwalkan untuk diluncurkan sebelum Mei 2024 bertujuan untuk memberikan bantuan keuangan kepada warga Thailand sehingga mengurangi tekanan ekonomi dan meningkatkan standar hidup.

Kabinet Thailand sebelumnya telah menyetujui pemotongan pajak bahan bakar minyak (BBM) selama tiga bulan dan rencana anggaran 3,6 triliun baht untuk tahun 2025 untuk mendukung harga BBM dan mengurangi biaya hidup. Namun, skema bantuan dompet digital senilai 14,3 miliar baht atau setara Rp6 triliun mengalami penundaan yang tak terduga, sehingga peluncuran ditunda hingga bulan Mei. Penundaan program ini, yang diproyeksikan akan memberikan 10.000 baht sekitar USD285 kepada 50 juta warga Thailand, telah menciptakan gelombang kekhawatiran di antara para calon penerima.

Baca Juga: 5 Drama Thailand Terpopuler pada 2023, Ada Cerita Sekolah Misterius

Mengutip BNN, penundaan tersebut dipandang sebagai kemunduran bagi pemerintahan Perdana Menteri (PM) Srettha Thavisin, yang telah mempromosikan kebijakan pemberian bantuan ini sebagai sesuatu yang penting untuk mendorong perekonomian yang lesu. Selain itu, hal ini juga berdampak pada kebijakan kampanye utama partai Pheu Thai yang berkuasa dalam pemilihan umum dan merupakan bagian dari serangkaian langkah-langkah stimulus yang dijanjikan untuk negara dengan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara ini.

Aspirasi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi rata-rata 5 persen selama empat tahun mungkin akan menghadapi tantangan karena penundaan ini. Meskipun rencana pemerintah Thailand untuk mendanai program bantuan tunai senilai USD14 miliar atau setara Rp218 triliun telah mendapat persetujuan dari penasihat hukum, Dewan Negara, rencana ini telah memicu reaksi keras dari partai-partai oposisi, para mantan gubernur bank sentral, dan para ekonom. Kekhawatiran berkisar pada pelebaran defisit fiskal dan memicu inflasi.

Baca Juga: Virus Baru dari Kelelawar yang Bisa Mematikan Manusia Ditemukan di Thailand

Selain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Thailand telah memperingatkan adanya potensi pelanggaran hukum dalam rencana pemberian dompet digital, yang menambah kerumitan pada situasi ini. Pemerintah belum memberikan jadwal baru untuk dimulainya bantuan keuangan ini, membuat banyak orang berada dalam ketidakpastian.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ambil Langkah Berani,...
Ambil Langkah Berani, Thailand dan Filipina Justru Turunkan Harga Solar
Pencairan BLT Kesra...
Pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu Jadi Harapan Warga di Akhir Tahun 2025
BLT Kesra Rp900 Ribu...
BLT Kesra Rp900 Ribu untuk 35 Juta Penerima Tersalurkan 75%, Tuntas Desember
BLT Kesra Cair Rp900...
BLT Kesra Cair Rp900 Ribu, Penerima Manfaat: Lumayan Buat Dapur
Rumah Sejumlah Pejabat...
Rumah Sejumlah Pejabat Pajak Digeledah Kejagung, DJP Angkat Bicara
BRI Siap Salurkan BLTS...
BRI Siap Salurkan BLTS Kesra, Perkuat Komitmen Dukung Asta Cita
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Rekomendasi
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved