alexametrics

Dana Desa Jadi Inspirasi Negara Lain Bangun Perekonomian

loading...
Dana Desa Jadi Inspirasi Negara Lain Bangun Perekonomian
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo menceritakan program Dana Desa di konferensi internasional yang diselenggarakan IFAD di Italia. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Kebijakan Dana Desa yang dikembangkan pemerintah diakui dunia sebagai langkah strategis. Kebijakan ini dinilai turut menginspirasi negara-negara lain dalam pengentasan kemiskinan.

"Indonesia memasuki era baru pembangunan pedesaan dengan implementasi dana desa. Dalam empat tahun terakhir pemerintah telah mengalokasikan hingga Rp187 triliun untuk disalurkan ke desa," ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, dalam siaran pers, Kamis (3/5/2018).

Hal itu diungkapkan Eko saat berbicara dalam konferensi internasional bertema "Rural Inequalities: Evaluating Approaches to Overcome Disparities" yang diselenggarakan International Fund for Agricultural Development (IFAD) di Roma, Italia.



Konferensi yang digelar oleh IFAD tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi berbagai pendekatan terhadap pengurangan kemiskinan pedesaan. Empat aspek utama indikator ketidaksetaraan menjadi pembahasan, yakni akses sumber daya, ketahanan ekonomi dan lingkungan, hubungan sosial budaya, serta hak politik.

Eko mengatakan, sebagai negara kepulauan terbesar di Asia Tenggara dengan populasi mencapai 260 juta penduduk, sektor pertanian merupakan potensi utama Indonesia yang dapat dimaksimalkan. Kehidupan pertanian di Indonesia berada di kawasan pedesaan.

"Lebih dari 82% penduduk desa bekerja di sektor pertanian. Dana Desa menjadi daya ungkit dan memaksimalkan potensi pertanian tersebut," ujarnya dalam konferensi tersebut.

Hingga tahun 2017, dana desa yang disalurkan ke lebih dari 74.000 desa dan telah berhasil membangun 123.145 km jalan desa, 5.220 unit pasar desa, 26.070 unit kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 1.927 unit embung, dan 28.091 unit irigasi.

Selain itu, dana desa juga telah digunakan untuk membangun sarana air bersih sebanyak 37.496 unit, 5.314 unit Polindes, 18.072 unit PAUD, 11.424 unit Posyandu, 108.484 unit MCK, 38.217 km drainase, dan 65.918 unit penahan tanah.

"Dana desa telah menunjang aktivitas ekonomi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kami terus bergerak untuk memberantas kemiskinan di pedesaan dengan kebijakan tersebut," ujar Eko.

Menurut Eko, kebijakan itu turutmengurangi kesenjangan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per April 2018 rasio gini di desa sebesar 0,32, di kota 0,4 dan nasional 0,39. "Hal tersebut menunjukkan pembangunan di desa bantu turunkan gini ratio di Indonesia," paparnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak