Caleg Perindo Nia Sita Mahesa Dorong Kemudahan Akses Modal bagi UMKM
Rabu, 24 Januari 2024 - 16:47 WIB
loading...
Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil I dari Partai Perindo Nia Sita Mahesa alam Podcast Aksi Nyata, Selasa (23/1/2024). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM ) di Jakarta Pusat belum mendapat pendampingan dan akses modal. Perkara itu membuat mereka sulit berkembang atau naik kelas.
Kondisi tersebut diutarakan Nia Sita Mahesa, Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil I dari Partai Perindo, usai turun langsung ke masyarakat. Menurut dia, masih banyak pelaku usaha mikro yang tidak memiliki akses modal dan pelatihan.
"UMKM banyak, banyak pelaku usahanya, jadi pedagang, dan paling saya konsen adalah mereka itu membutuhkan pelatihan. Jarang banget gitu (akses pelatihan dan modal)," papar Nia dalam Podcast Aksi Nyata, Selasa (23/1/2024).
Baca Juga: Sosialisasi Pencoblosan di Surabaya, Anang Iskandar: Warga Simomulyo Pilih Perindo
Tak hanya itu, ketenagakerjaan juga menjadi isu lainnya. Dia menjelaskan, banyak warga yang kesulitan mencari kerja, setelah lulus dari dunia pendidikan.
Lantara sulit, warga berinisiatif membuka usaha mereka sendiri, hanya saja mereka terkendala modal atau kredit perbankan. Di lain sisi, ada warga yang memiliki modal namun terkendala akses pendampingan atau pelatihan.
"Kalau di dapil (daerah pemilihan) saya kebetulan Jakarta Pusat, isu-isu yang paling penting adalah ketenagakerjaan bahwa kesempatan setelah lulus ada lapangan pekerjaan itu sangat sulit sekali," kata dia.
Kondisi tersebut diutarakan Nia Sita Mahesa, Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil I dari Partai Perindo, usai turun langsung ke masyarakat. Menurut dia, masih banyak pelaku usaha mikro yang tidak memiliki akses modal dan pelatihan.
"UMKM banyak, banyak pelaku usahanya, jadi pedagang, dan paling saya konsen adalah mereka itu membutuhkan pelatihan. Jarang banget gitu (akses pelatihan dan modal)," papar Nia dalam Podcast Aksi Nyata, Selasa (23/1/2024).
Baca Juga: Sosialisasi Pencoblosan di Surabaya, Anang Iskandar: Warga Simomulyo Pilih Perindo
Tak hanya itu, ketenagakerjaan juga menjadi isu lainnya. Dia menjelaskan, banyak warga yang kesulitan mencari kerja, setelah lulus dari dunia pendidikan.
Lantara sulit, warga berinisiatif membuka usaha mereka sendiri, hanya saja mereka terkendala modal atau kredit perbankan. Di lain sisi, ada warga yang memiliki modal namun terkendala akses pendampingan atau pelatihan.
"Kalau di dapil (daerah pemilihan) saya kebetulan Jakarta Pusat, isu-isu yang paling penting adalah ketenagakerjaan bahwa kesempatan setelah lulus ada lapangan pekerjaan itu sangat sulit sekali," kata dia.
Lihat Juga :