Meneropong Potensi Panas Bumi untuk Penguatan Pendapatan Daerah
Rabu, 24 Januari 2024 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
"Pengembangan EBT panas bumi sejalan dengan komitmen pengurangan emisi dan green energy, Indonesia masuk urutan ke 2 pengguna geothermal di dunia, potensi panas bumi mencapai 23.060,4 MW. Namun kita belum bisa menyaingi US karena belum optimal mengelola potensi panas bumi, padahal proyek panas bumi dapat memberikan efek positif untuk bagi daerah penghasil panas bumi" ujar Harris saat Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Potensi Pengembangan Panas Bumi di Unsada, Jakarta, Sabtu (20/1/2024).
"Geothermal mempunya masa eksplorasi di 7 tahun pertama, hal ini sudah termasuk perizinan ke pemerintah dan masyarakat. Namun ada perusahaan yang masih sulit mendapatkan izin, padahal hal tersebut juga akan berdampak ke pertumbuhan ekonomi daerah tersebut,” tutur Haris.
Haris menambahkan, bahwa Proyek PLTP sejalan dengan target pengembangan jangka panjang dalam mencapai Net Zero Emission. PLTP dapat menyediakan listrik yang amdal dan berkelanjutan dengan faktor kapasitas 90-95%, kemudian panas bumi bersifat terbarukan dapat beroperasi berkelanjutan dengan menjaga kesetimbangan reservoir.
“Sekarang ini waktu yang paling tepat untuk mengembangkan energi panas bumi untuk Indonesia, karena jika kita masih menunggu tahun-tahun berikutnya lagi harga yang relatif akan semakin berubah, teknologi yang semakin maju, dan tantangan zaman yang meningkat,” ungkap Haris.
Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, penambahan kapasitas pembangkit EBT sampai dengan 2023 sebesar 3.322 MW dengan kenaikan rata-rata sekitar 6% per tahun. Saat ini Indonesia masih dalam 13% pemanfaatan EBT sedangkan target yang ditetapkan adalah 23% pada tahun 2025 mendatang, maka dari itu dibutuhkan upaya bersama untuk melakukan perubahaan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi, Riki Firmandha Ibrahim memaparkan, bahwa dengan adanya pengeboran panas bumi dapat membuat ekonomi beserta kesejahteraan masyarakat meningkat. Akan tetapi sayangnya tantangan pengembangan geothermal di Indonesia salah satunya adalah isu demonstrasi dari masyarakat.
“Dalam melaksanakan eksplorasi geothermal, kita juga perlu merangkul segala lapis pemangku kepentingan salah satunya adalah masyarakat, dengan adanya panas bumi di daerah tersebut dapat membuat ekonomi beserta kesejahteraan masyarakat meningkat,” jelas Riki.
"Geothermal mempunya masa eksplorasi di 7 tahun pertama, hal ini sudah termasuk perizinan ke pemerintah dan masyarakat. Namun ada perusahaan yang masih sulit mendapatkan izin, padahal hal tersebut juga akan berdampak ke pertumbuhan ekonomi daerah tersebut,” tutur Haris.
Haris menambahkan, bahwa Proyek PLTP sejalan dengan target pengembangan jangka panjang dalam mencapai Net Zero Emission. PLTP dapat menyediakan listrik yang amdal dan berkelanjutan dengan faktor kapasitas 90-95%, kemudian panas bumi bersifat terbarukan dapat beroperasi berkelanjutan dengan menjaga kesetimbangan reservoir.
“Sekarang ini waktu yang paling tepat untuk mengembangkan energi panas bumi untuk Indonesia, karena jika kita masih menunggu tahun-tahun berikutnya lagi harga yang relatif akan semakin berubah, teknologi yang semakin maju, dan tantangan zaman yang meningkat,” ungkap Haris.
Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, penambahan kapasitas pembangkit EBT sampai dengan 2023 sebesar 3.322 MW dengan kenaikan rata-rata sekitar 6% per tahun. Saat ini Indonesia masih dalam 13% pemanfaatan EBT sedangkan target yang ditetapkan adalah 23% pada tahun 2025 mendatang, maka dari itu dibutuhkan upaya bersama untuk melakukan perubahaan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi, Riki Firmandha Ibrahim memaparkan, bahwa dengan adanya pengeboran panas bumi dapat membuat ekonomi beserta kesejahteraan masyarakat meningkat. Akan tetapi sayangnya tantangan pengembangan geothermal di Indonesia salah satunya adalah isu demonstrasi dari masyarakat.
“Dalam melaksanakan eksplorasi geothermal, kita juga perlu merangkul segala lapis pemangku kepentingan salah satunya adalah masyarakat, dengan adanya panas bumi di daerah tersebut dapat membuat ekonomi beserta kesejahteraan masyarakat meningkat,” jelas Riki.
Lihat Juga :