Pengamat Wanti-wanti Efek Buruk Larangan Ekspor Nikel RI Berkepanjangan
Kamis, 25 Januari 2024 - 12:38 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi pada proses nikel ini tentu ada risiko bahwa negara lain akan mempercepat proses untuk mengurangi ketergantungannya terhadap nikel," sambungnya.
Kebijakan penutupan ekspor bijih nikel pada 2020 diikuti dengan kenaikan harga dan terbatasnya stok saat itu memicu produsen mencari alternatif. Itu sebabnya banyak perusahaan baterai dunia mulai fokus pada Lithium Ferro Phosphate ( LFP ), tidak terkecuali bagi produsen asal China.
Akibatnya saat ini nikel yang awalnya dominan sebagai bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik, sudah memiliki kompetitor. Misalnya negara China yang memproduksi baterai kendaraan listrik tidak hanya menggunakan nikel, tapi menggunakan Lithium Ferro Phosphate (LFP).
"Ini yang perlu diperhatikan, jangan sampai proses hilirisasi ini justru mempercepat negara lain malah tidak menggunakan nikel di jangka panjang, kalau jangka pendek memang positif, invetasi meningkat, tenaga kerja, tapi dampak jangka panjang harus kita pikirkan," tutupnya.
Kebijakan penutupan ekspor bijih nikel pada 2020 diikuti dengan kenaikan harga dan terbatasnya stok saat itu memicu produsen mencari alternatif. Itu sebabnya banyak perusahaan baterai dunia mulai fokus pada Lithium Ferro Phosphate ( LFP ), tidak terkecuali bagi produsen asal China.
Akibatnya saat ini nikel yang awalnya dominan sebagai bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik, sudah memiliki kompetitor. Misalnya negara China yang memproduksi baterai kendaraan listrik tidak hanya menggunakan nikel, tapi menggunakan Lithium Ferro Phosphate (LFP).
"Ini yang perlu diperhatikan, jangan sampai proses hilirisasi ini justru mempercepat negara lain malah tidak menggunakan nikel di jangka panjang, kalau jangka pendek memang positif, invetasi meningkat, tenaga kerja, tapi dampak jangka panjang harus kita pikirkan," tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :