Survei Bloomberg: Dinasti Politik Jokowi Jadi Kutukan bagi Perekonomian

Jum'at, 26 Januari 2024 - 18:44 WIB
loading...
Survei Bloomberg: Dinasti...
Dinasti politik di bawah Presiden Jokowi tidak menjadi pertanda baik untuk pasar dan ekonomi. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Para ekonom memberikan nilai tertinggi untuk kandidat kuda hitam dalam pemilihan presiden (Pilpres) Indonesia 2024. Berdasarkan survei Bloomberg, para ekonom mendukung mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan untuk memimpin negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini.

Anies Baswedan, seorang pengkritik ulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan nilai tertinggi 33 dari 17 ekonom dan analis pasar ketika ditanya siapa yang menurut mereka paling tepat untuk memimpin Indonesia. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan nilai 29, sementara mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat nilai 28.

Indonesia kurang dari sebulan lagi akan mengadakan pemilihan presiden, ketika lebih dari 204 juta pemilih yang memenuhi syarat akan memilih seorang pemimpin yang akan mengawasi perekonomian yang bernilai lebih dari USD1 triliun. Kemungkinan akan menjadi musim pemilihan yang panjang jika tidak ada satu pun dari tiga kandidat yang mendapatkan setidaknya setengah dari suara, akan ada pemilihan ulang di bulan Juni.

Baca Juga: Kecewa, Warganet Ramai-ramai Unfollow Akun Medsos Jokowi

Perekonomian diperkirakan akan tumbuh lebih cepat dari 5%, menurut survei. Presiden Jokowi telah gagal mencapai target 7% saat ia mengakhiri masa jabatan 5 tahun kedua dan terakhirnya. Survei Bloomberg dilakukan pada awal Januari, muncul ketika Anies Baswedan mulai mendapatkan dukungan dalam jajak pendapat utama di Indonesia setelah menempatkan Prabowo sebagai pemimpin.

Prabowo menggandeng putra Jokowi Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presidennya untuk periode ketiga kali memicu tuduhan bahwa ia sedang membangun sebuah dinasti. Keduanya berjanji untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan Jokowi termasuk hilirisasi mineral dan pembangunan ibu kota baru senilai USD34 miliar.

Prabowo mengandalkan keinginan Indonesia untuk tetap berada di jalur yang telah membantu aset-aset negara ini mengungguli negara-negara berkembang lainnya. Obligasi Rupiah telah memberikan imbal hasil tahunan sebesar 5,5% bagi para investor yang berbasis dolar sejak Jokowi terpilih sebagai presiden di bulan Juli 2014, jauh lebih tinggi daripada utang di negara tetangga Filipina dan Malaysia, dan imbal hasil tahunan sebesar 0,5% untuk ukuran yang lebih luas untuk utang negara dalam mata uang lokal di negara-negara berkembang, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Itung-itungan Risiko...
Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun
Terganjal Utang Whoosh,...
Terganjal Utang Whoosh, AHY Blak-blakan soal Nasib Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Purbaya Disebut Temukan...
Purbaya Disebut Temukan Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Ini Penjelasan Kemenkeu
Harga Tembaga Meroket,...
Harga Tembaga Meroket, Sering Jadi Pertanda bagi Perekonomian
Pengamat Ekonomi Pertanyakan...
Pengamat Ekonomi Pertanyakan Skema Bantuan bagi Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Bencana Sumatera
Jabat Dewan Penasihat,...
Jabat Dewan Penasihat, Jokowi Pidato di Bloomberg Economy Forum Hari Ini
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved