Laba Bersih BRI Capai Rp60,4 Triliun, Lampaui Ekspektasi Analis
Rabu, 31 Januari 2024 - 11:24 WIB
loading...
Bank BRI melaporkan hasil kinerja perusahaan sepanjang tahun lalu. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah mengumumkan laba bersih Rp60,4 triliun sepanjang 2023 dengan mencetak rekor tertinggi di industri perbankan.
Saham BBRI juga terpantau meningkat pukul 10.39 WIB naik 1,33% ke posisi harga Rp5.700. Bahkan, saham BBRI sempat melonjak 2,22% pada pembukaan perdagangan sesi I hari ini.
Investment Analyst Lead Stockbit Rahmanto Tyas Raharja mengatakan, performa BBRI pada 2023 dinilai positif karena capaian laba bersih melampaui ekspektasi konsensus dan pertumbuhan kredit sejalan dengan guidance manajemen.
"Kami melihat pertumbuhan NII terhambat akibat lonjakan beban bunga sebesar +61% YoY, didorong oleh peningkatan cost of fund ke level 3% (vs. FY22: 2%) sehingga menutup kenaikan pendapatan bunga sebesar +18%," kata Anto dalam risetnya, Rabu (31/1/2024).
Baca Juga: Cetak Rekor, Laba Bersih BRI Tembus Rp60,4 Triliun Sepanjang 2023
Meski demikian, lanjut Anto, NIM naik tipis menjadi 7,95% dibandingkan tahun sebelumnya 7,85%. Ke depannya, Stockbit melihat bahwa potensi penurunan suku bunga pada 2024 dapat menjadi sentimen positif untuk menurunkan beban bunga.
"Selain itu, masih terdapat potensi pertumbuhan kredit hingga double digit, sejalan dengan guidance manajemen yang menargetkan pertumbuhan kredit sebesar +11—12% pada 2024 dan target pertumbuhan kredit industri perbankan dari Bank Indonesia di kisaran +10-12% pada 2024," ungkap Anto.
Saham BBRI juga terpantau meningkat pukul 10.39 WIB naik 1,33% ke posisi harga Rp5.700. Bahkan, saham BBRI sempat melonjak 2,22% pada pembukaan perdagangan sesi I hari ini.
Investment Analyst Lead Stockbit Rahmanto Tyas Raharja mengatakan, performa BBRI pada 2023 dinilai positif karena capaian laba bersih melampaui ekspektasi konsensus dan pertumbuhan kredit sejalan dengan guidance manajemen.
"Kami melihat pertumbuhan NII terhambat akibat lonjakan beban bunga sebesar +61% YoY, didorong oleh peningkatan cost of fund ke level 3% (vs. FY22: 2%) sehingga menutup kenaikan pendapatan bunga sebesar +18%," kata Anto dalam risetnya, Rabu (31/1/2024).
Baca Juga: Cetak Rekor, Laba Bersih BRI Tembus Rp60,4 Triliun Sepanjang 2023
Meski demikian, lanjut Anto, NIM naik tipis menjadi 7,95% dibandingkan tahun sebelumnya 7,85%. Ke depannya, Stockbit melihat bahwa potensi penurunan suku bunga pada 2024 dapat menjadi sentimen positif untuk menurunkan beban bunga.
"Selain itu, masih terdapat potensi pertumbuhan kredit hingga double digit, sejalan dengan guidance manajemen yang menargetkan pertumbuhan kredit sebesar +11—12% pada 2024 dan target pertumbuhan kredit industri perbankan dari Bank Indonesia di kisaran +10-12% pada 2024," ungkap Anto.
Lihat Juga :