alexametrics

Jokowi Pastikan Penyaluran THR di Daerah Berjalan Lancar

loading...
Jokowi Pastikan Penyaluran THR di Daerah Berjalan Lancar
Presiden Jokowi menegaskan THR di beberapa daerah sudah disalurkan. Meski sebelumnya ada keberatan terkait pemberian THR untuk PNS yang dibebankan pada daerah. Foto/Ilustrasi
A+ A-
INDRAMAYU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan persoalan pemberian tunjangan hari raya (THR) untuk pegawai negeri sipil (PNS) yang dibebankan pada daerah dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan. Bahkan, Mantan Walikota Solo ini menegaskan THR di beberapa daerah sudah disalurkan.

"Dicari informasinya dulu. Informasi yang saya terima di seluruh daerah udah menganggarkan. Ada 542 daerah dan yang sudah menggarkannya 380 daerah," ujar Joko Widodo saat meresmikan program kewirausahaan pertanian digitalisasi sistem pertanian.di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (7/6/2018).

Lebih lanjut, Ia menerangkan bahwa proses pembagian THR di beberapa daerah sangat lancar. Bahkan beberapa daerah akan segera memberikan THR ke beberapa PNS. "Sudah semuanya. Sudah diberikan minggu lalu dan hari ini juga ada sampai dua hari kedepan," paparnya.



Seperti diketahui, sebelumnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menunjukkan ekspresi kekagetannya mengetahui tunjangan hari raya (THR) untuk pegawai negeri sipil (PNS) dibebankan pada daerah. Dia bahkan langsung menyatakan keberatannya dengan tanggungan beban tersebut.

Sementara Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan persoalan pemberian THR menggunakan APBD bukan kebijakan baru. Menurut dia, semua daerah setuju membayar tunjangan hari raya para PNS di daerah dengan menggunakan APBD.

Pernyataan persetujuan dari daerah ini, didapati Sri Mulyani saat berbicara langsung dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjhajo Kumolo dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak