Tabungan Crazy Rich di Atas Rp5 Miliar Terus Turun, Begini Kata Pengamat
Jum'at, 02 Februari 2024 - 15:32 WIB
loading...
Tren simpanan nasabah di atas Rp5 miliar terus turun sejak akhir tahun 2023. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira ungkap, ada beberapa faktor penyebabnya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebelumnya mengungkapkan bahwa tren simpanan nasabah di atas Rp5 miliar terus turun sejak akhir tahun 2023. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, ada beberapa faktor turunnya simpanan nasabah crazy rich tersebut.
“Pertama, orang kaya cenderung mengurangi penempatan dana di tabungan dan menggeser ke surat utang pemerintah karena imbal hasil yang lebih tinggi,” kata Bhima kepada MNC Portal, Jumat (2/2/2024).
Baca Juga: Tren Simpanan Nasabah di Atas Rp5 Miliar Terus Turun, Pertanda Apa?
Bhima menambahkan, yang kedua adalah faktor pemilu yang membuat orang kaya lebih mencari aset yang aman, misalnya menempatkan di emas sebagai safe haven karena terlihat dari harga emas naik 11,4% selama satu tahun terakhir.
“Ketiga, kalaupun menabung orang kaya lebih tertarik menabung valas di bank luar negeri terutama Singapura,” ujar Bhima.
Baca Juga: BPR Bangkrut Bertambah, Begini Nasib Dana Nasabah
Adapun suku bunga tabungan valas dollar AS di singapura mencapai 4,6-5%. “Kemudian yang keempat, bonanza harga komoditas yang berakhir berimbas pada pendapatan pelaku usaha di sektor pertambangan dan perkebunan, jadi tabungannya menurun,” pungkas Bhima.
“Pertama, orang kaya cenderung mengurangi penempatan dana di tabungan dan menggeser ke surat utang pemerintah karena imbal hasil yang lebih tinggi,” kata Bhima kepada MNC Portal, Jumat (2/2/2024).
Baca Juga: Tren Simpanan Nasabah di Atas Rp5 Miliar Terus Turun, Pertanda Apa?
Bhima menambahkan, yang kedua adalah faktor pemilu yang membuat orang kaya lebih mencari aset yang aman, misalnya menempatkan di emas sebagai safe haven karena terlihat dari harga emas naik 11,4% selama satu tahun terakhir.
“Ketiga, kalaupun menabung orang kaya lebih tertarik menabung valas di bank luar negeri terutama Singapura,” ujar Bhima.
Baca Juga: BPR Bangkrut Bertambah, Begini Nasib Dana Nasabah
Adapun suku bunga tabungan valas dollar AS di singapura mencapai 4,6-5%. “Kemudian yang keempat, bonanza harga komoditas yang berakhir berimbas pada pendapatan pelaku usaha di sektor pertambangan dan perkebunan, jadi tabungannya menurun,” pungkas Bhima.
Lihat Juga :