Erick Thohir di Depan Kiai NU: Alhamdulillah Ekonomi Indonesia Jauh Lebih Baik
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:28 WIB
loading...
A
A
A
Adapun negara yang pertumbuhan ekonominya anjlok di bawah Indonesia pada kuartal II adalah Amerika Serikat tumbuh minus 9,5% lalu Jerman minus 11,7%, Singapura minus 12,6%, Uni Eropa minus 14,4%, Portugal minus 16,5%, Italy minus 17,3%, Meksiko minus 18,9%, Prancis 19% hingga Spanyol terkontraksi 22,1%.
"Dan tentu kalau kita lihat kondisi Covid-19 ini benar-benar situasi yang untuk seluruh negara juga tidak siap. Baik secara kesehatan dan ekonominya. Tetapi kita lihat Indonesia jauh lebih baik, bukan berarti kita membela diri, jika kita yang terbaik sebagai bangsa, tentu ini ridhoi Allah yang sangat luar biasa," kata dia.
(Baca Juga: Ketika Airlangga Realistis, Ekonomi Kuartal III Diramal Minus 2% )
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Suharyanto mengatakan, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 mengalami kontraksi atau minus 5,32%.
Pertumbuhan ekonomi yang negatif ini merupakan yang pertama kalinya sejak periode 1998 atau ketika Indonesia mengalami krisis finansial Asia. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2020 tercatat mencapai 2,97% atau mulai menunjukkan adanya perlambatan akibat pandemi Covid-19.
"Dan tentu kalau kita lihat kondisi Covid-19 ini benar-benar situasi yang untuk seluruh negara juga tidak siap. Baik secara kesehatan dan ekonominya. Tetapi kita lihat Indonesia jauh lebih baik, bukan berarti kita membela diri, jika kita yang terbaik sebagai bangsa, tentu ini ridhoi Allah yang sangat luar biasa," kata dia.
(Baca Juga: Ketika Airlangga Realistis, Ekonomi Kuartal III Diramal Minus 2% )
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Suharyanto mengatakan, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 mengalami kontraksi atau minus 5,32%.
Pertumbuhan ekonomi yang negatif ini merupakan yang pertama kalinya sejak periode 1998 atau ketika Indonesia mengalami krisis finansial Asia. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2020 tercatat mencapai 2,97% atau mulai menunjukkan adanya perlambatan akibat pandemi Covid-19.
(akr)
Lihat Juga :