Ini Deretan Industri yang Bakal Jadi Penyerap Mineral Kritis RI

Minggu, 04 Februari 2024 - 11:00 WIB
loading...
Ini Deretan Industri...
Pemerintah tengah mengembangkan mineral kritis dan strategis untuk kepentingan nasional di masa depan. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengakui tengah memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan mineral kritis dan mineral strategis untuk masa mendatang. Mineral kritis ini selanjutnya akan menjadi bahan baku sejumlah industri strategis nasional.

"Mineral kritis dan mineral strategis nantinya akan diarahkan kepada tiga industri strategis," ujar Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Bidang Tata Kelola Minerba Kementerian ESDM Irwandy Arif, dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Minggu (4/2/2024).

Baca Juga: Badan Geologi Ungkap Keberadaan 47 Mineral Kritis Berharga di Indonesia

Industri strategis yang pertama, ungkap Irwandy, adalah industri terkait dengan kendaraan listrik atau industri baterai untuk mobil dan motor listrik. Ekosistemn industri ini menurutnya akan membutuhkan sangat banyak mineral kritis dan strategis.

"Nanti akan ada pembahasan bagaimana produk tembaga dan emas yang akan dikembangkan setelah seleseainya smelter di gresik oleh Freeport dan di Nusa Tenggara Barat oleh Amman Mineral, yang akan mengubah produk tembaga kita dari konsentrat tembaga ke katoda tembaga secara keseluruhan dan dari anodanya akan menghasilkan emas," tuturnya.

Baca Juga: Tanda Kebangkitan Hamas di Gaza, dari Siagakan Polisi dan Bayar Gaji Pegawai

Hal tersebut, lanjut dia, juga akan menunjang terhadap industri strategis yang kedua, yakni industri terkait energi solar, baik baterai maupun panel surya. Industri ini menurutnya juga akan membutuhkan kuarsit atau pasir kuarsa yang kualitasnya ditingkatkan. Kemudian, industri strategis ketiga yang menjadi perhatian pemerintah dalam konsumsi mineral strategis dan kritis di masa mendatang adalah industri pertahanan dan kesehatan.

Guna mendukung industri-industri strategis tersebut, lanjut Irwandy, pemerintah mengeluarkan kebijakan pertambangan terkait mineral kritis dan strategis, di antaranya adalah peningkatan eksplorasi sumber daya cadangan minerba, termasuk potensi logam tanah jarang dan mineral kritis yang memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat dalam kebutuhan teknologi di masa depan.

"Kemudian dengan melakukan kemandirian dan pemenuhan bahan baku industri dari komoditas yang ada di dalam negeri, dan dengan melakukan peningkatan nilai tambah mineral atau hilirisasi. Serta dengan menaruh perhatian kepada mineral strategis pada mineral utama, ikutan, dan sisa hasil pengolahan dan/atau pemurnian dan juga mineral kritis," paparnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Miner 2026...
Indonesia Miner 2026 Dorong Kolaborasi Global dalam Rantai Pasok Mineral
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Industri Diapers Tertekan...
Industri Diapers Tertekan Lonjakan Harga Bahan Baku, APKI Ingatkan Risiko Gangguan Pasokan
Krisis Nafta Landa Jepang,...
Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
Industri Tekstil Kena...
Industri Tekstil Kena Efek Perang, Harga Bahan Baku Melonjak 40%
Viral! Aksi Slay Menteri...
Viral! Aksi Slay Menteri Bahlil Matikan Lampu Kantor dan Pulang Naik Ioniq 5
Gejolak Global Picu...
Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Bahan Baku Kemasan, Amdatara Minta Insentif Pemerintah
Somaliland Tawarkan...
Somaliland Tawarkan Akses Mineral dan Pangkalan Militer ke AS
Rekomendasi
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Berita Terkini
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved