China Melemah! Disebut Tak Akan Menyalip Ekonomi AS Sampai 2080

Senin, 05 Februari 2024 - 05:56 WIB
loading...
A A A
"Pemerintah telah merespons dengan berupaya mendorong manufaktur maju, produksi teknologi tinggi, dan infrastruktur hijau. Tetapi apakah dorongan ini akan cukup? hal itu menjadi pertanyaaan," ungkapnya.

Kemunduran selama dua tahun terakhir, menjadi dasar bagi Citi untuk memproyeksikan bahwa ekonomi China hanya akan menyalip AS pada "awal 2040-an", kata Citi. Sementara itu setahun yang lalu, bank masih percaya bahwa China bisa menjadi yang terbesar di dunia "pada pertengahan 2030-an".

Sheets mengatakan, hal itu "masuk akal" bahwa China bahkan bisa memakan waktu "sampai 2080" untuk mewujudkan peralihan itu terjadi. Dia menambahkan: "Kami sekarang percaya bahwa menyalip China 'mungkin', kami tidak lagi melihatnya sebagai sesuatu yang mustahil."

Seperti diketahui analis telah memperkirakan selama bertahun-tahun bahwa China akan melampaui AS sebagai ekonomi terbesar di dunia berkat tingkat pertumbuhannya yang cepat dan ekspansi yang melambat di Barat.

Goldman Sachs mulai berspekulasi pada tahun 2003 bahwa China dapat menyalip AS pada tahun 2041. Pada saat itu, China hanya terpaut 15% dari AS. Namun, ekonominya tumbuh pesat setelah bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada awal milenium. Akibatnya, banyak pengamat mulai memprediksi bahwa China dapat menyalip AS dekade ini.

Namun, kebijakan nol-Covid Beijing telah mendorong perlambatan sangat besar dalam beberapa tahun terakhir. Sikap terhadap Beijing juga telah mengeras di Kongres, dengan Partai Republik dan Demokrat menyerukan hubungan ekonomi dan keuangan dengan China untuk diputus, termasuk penghapusan tarif rendah terhadap produk China ketika bergabung dengan WTO.

Selain kelemahan di China, melonjaknya harga telah membantu mendongkrak ukuran ekonomi AS.

Sheets mengatakan, inflasi China yang rendah akan membuat tantangan untuk melampaui AS lebih sulit jika berkelanjutan. Dia menyoroti bahwa pertumbuhan PDB nominal, yang mengukur ukuran ekonomi dalam bentuk tunai, tidak mungkin naik pada tingkat dua digit pada dekade sebelumnya.

Dia mengatakan: "Ketika pembangunan ekonomi negara telah berkembang dan pendapatan per kapita telah meningkat, laju kenaikan lebih lanjut secara alami berkurang."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Ekonomi China Melambat,...
Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Hadapi Pengangguran dan Tekanan Hidup
Ekspor Kuat, Konsumsi...
Ekspor Kuat, Konsumsi Lemah: Dilema Baru Ekonomi China
Protes Pedesaan China...
Protes Pedesaan China Melonjak Tajam di Tengah Tekanan Ekonomi
Rekomendasi
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved