alexametrics

Setelah Libur Lebaran, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp14.090/USD

loading...
Setelah Libur Lebaran, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp14.090/USD
Rupiah pada hari ini dibuka melemah 158 poin atau 1,13% ke level Rp14.090 per USD. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), pasca libur Lebaran, Kamis (21/6/2018) dibuka melemah 158 poin atau 1,13% ke level Rp14.090 per USD. Laju rupiah semakin tertekan pada pukul 10.15 WIB di indeks Bloomberg, dengan melemah 161 poin alias 1,16% ke level Rp14.093 per USD.

Pada pentupan perdagangan sebelum libur Lebaran, Jumat (8/6), kurs rupiah di pasar spot ditutup melemah 57 poin atau 0,41% di Rp13.932 per USD.

Adapun kurs rupiah di data Yahoo Finance terpantau jatuh 175 poin alias 1,26% ke level Rp14.098 per USD pada hari ini. Sebelum libur, rupiah ditutup di posisi Rp13.923 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok nilai tukar rupiah pada Kamis ini sebesar Rp14.090 per USD, atau terdepresiasi 188 poin dari posisi sebelum libur Lebaran di level Rp13.902 per USD.

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, melemahnya rupiah karena belum adanya sentimen baru yang dapat membuat pergerakan rupiah secara signifikan.

Sementara itu, nilai dolar Amerika Serikat merayap naik mendekati level tertinggi 11 bulan terhadap sekeranjang mata uang pada Kamis ini. Hal ini berkat kenaikan imbal hasil Treasury AS, sehingga kekhawatiran perang dagang Amerika dengan China tidak memengaruhi laju USD.

Melansir Reuters, indeks USD terhadap enam mata uang utama menguat ke posisi 95,11 setelah naik ke 95.299 semalam, tertinggi sejak pertengahan Juli 2017. Dolar AS naik 0,3% terhadap yen Jepang menjadi 110,38 yen. Dan menguat 0,15% terhadap euro pada pembukaan.

Hasil Treasury juga didukung oleh pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral AS harus melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap.

"Pernyataan Powell tampaknya telah membantu dolar AS seiring pasar saham yang pulih setelah oversold," kata Shusuke Yamada, ahli strategi mata uang dan ekuitas di Bank of America Merrill Lynch di Tokyo.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak