Perkuat Sektor Mebel dan Kerajinan, Bina Karya Gandeng Asmindo Dukung IKN
Rabu, 07 Februari 2024 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak Bina Karya. Selanjutnya Asmindo menindaklanjuti dengan menyampaikan Letter of Intent (LoI), yang dilanjutkan dengan penyampaian Confirmation Letter (CI) kepada Bina Karya, hingga akhirnya tercapai kesepakatan kerja sama ini.
"Kesepakatan kerja sama antara Asmindo dan Bina Karya juga dilakukan dalam rangka peningkatan penguasaan pasar domestik, khususnya bagi pelaku UKM. Hal ini mengingat sektor mebel dan kerajinan nasional didominasi oleh pelaku UKM," kata Ketua Umum Asmindo, Dedy Rochimat dalam keterangannya dikutip, Rabu (7/2/2024).
Perlu diketahui, pangsa pasar mebel dan kerajinan domestik adalah pasar yang sangat potensial dan harus dapat dimaksimalkan. Berdasarkan data BPS, sejak 2021 impor mebel dan kerajinan Indonesia terus mengalami peningkatkan. Pada 2021, impor mebel dan kerajinan Indonesia tercatat sebesar USD1,3 miliar, lalu meningkat menjadi USD1,5 miliar pada 2022, dan meningkat kembali menjadi USD1,7 miliar pada 2023.
Tren Ini memberikan peluang besar bagi produsen dalam negeri khususnya UKM, untuk dapat terus meningkatkan kualitasnya, sehingga dapat bersaing di pasar domestik. Dengan demikian, kita dapat mengurangi ketergantungan pada produk-produk impor.
Adanya kebijakan substitusi impor dan gerakan nasional bangga buatan Indonesia yang dicanangkan pemerintah, menjadi momentum yang tepat bagi produsen mebel dan kerajinan dalam negeri khususnya UKM untuk dapat memaksimalkan peluang ini. Untuk itu, Asmindo berharap pelaku UKM mebel dan kerajinan nasional, mendapat perhatian pemerintah dan diberikan kemudahan untuk turut serta berpartisipasi dalam pembangunan IKN.
Sebagai organisasi yang mewadahi pelaku UKM di sektor mebel dan kerajinan, Asmindo senantiasa berupaya untuk terus meningkatkan daya saing dan kemajuan para pelaku UKM mebel dan kerajinan di pasar domestik maupun internasional melalui berbagai program dan inisiatif.
"Kesepakatan kerja sama antara Asmindo dan Bina Karya juga dilakukan dalam rangka peningkatan penguasaan pasar domestik, khususnya bagi pelaku UKM. Hal ini mengingat sektor mebel dan kerajinan nasional didominasi oleh pelaku UKM," kata Ketua Umum Asmindo, Dedy Rochimat dalam keterangannya dikutip, Rabu (7/2/2024).
Perlu diketahui, pangsa pasar mebel dan kerajinan domestik adalah pasar yang sangat potensial dan harus dapat dimaksimalkan. Berdasarkan data BPS, sejak 2021 impor mebel dan kerajinan Indonesia terus mengalami peningkatkan. Pada 2021, impor mebel dan kerajinan Indonesia tercatat sebesar USD1,3 miliar, lalu meningkat menjadi USD1,5 miliar pada 2022, dan meningkat kembali menjadi USD1,7 miliar pada 2023.
Tren Ini memberikan peluang besar bagi produsen dalam negeri khususnya UKM, untuk dapat terus meningkatkan kualitasnya, sehingga dapat bersaing di pasar domestik. Dengan demikian, kita dapat mengurangi ketergantungan pada produk-produk impor.
Adanya kebijakan substitusi impor dan gerakan nasional bangga buatan Indonesia yang dicanangkan pemerintah, menjadi momentum yang tepat bagi produsen mebel dan kerajinan dalam negeri khususnya UKM untuk dapat memaksimalkan peluang ini. Untuk itu, Asmindo berharap pelaku UKM mebel dan kerajinan nasional, mendapat perhatian pemerintah dan diberikan kemudahan untuk turut serta berpartisipasi dalam pembangunan IKN.
Sebagai organisasi yang mewadahi pelaku UKM di sektor mebel dan kerajinan, Asmindo senantiasa berupaya untuk terus meningkatkan daya saing dan kemajuan para pelaku UKM mebel dan kerajinan di pasar domestik maupun internasional melalui berbagai program dan inisiatif.
Lihat Juga :