Perbandingan OECD dan BRICS dari Latar Belakang hingga Negara Anggota
Rabu, 07 Februari 2024 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Ngebet Gabung OECD, Menteri Suharso Ungkap Keuntungannya Bagi Indonesia
Sementara OECD yang merupakan organisasi ekonomi internasional memiliki tujuan untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara anggotanya, terutama negara berkembang.
Untuk mencapai tujuan tersebut OECD telah membentuk beberapa peranan seperti, peningkatan ekonomi pembangunan, penyusunan kebijakan, kerja sama internasional, perlindungan lingkungan, dan mengurangi ketidaksetaraan.
Pada awalnya negara anggota BRICS hanyalah Brasil, Rusia, India, dan China pada tahun 2001. Namun seiring berjalannya waktu mulai terdapat beberapa negara yang ikut serta dalam forum tersebut. Saat ini BRICS telah memiliki sembilan anggota yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Jumlah tersebut bisa saja bertambah sewaktu-waktu.
Sedangkan OECD memiliki total 38 negara, yang sebagian besar merupakan negara-negara maju dan menjadi kekuatan ekonomi besar di dunia. Negara anggotanya adalah Amerika Serikat; Australia; Austria; Belgia; Kanada; Chile; Kolombia; Kosta Rika; Republik Ceko; Denmark; Estonia; Finlandia; Prancis; Jerman; Yunani; Hongaria; Islandia; Irlandia; Inggris; Israel; Italia; Jepang; Korea; Latvia; Lithuania; Luxembourg; Meksiko; Belanda; Selandia Baru; Norwegia; Polandia; Portugal; Republik Slovakia; Slovenia; Spanyol; Swedia; Swiss; dan Turki.
Itulah beberapa perbandingan OECD dengan BRICS, perbedaan mencolok antara dua forum ini memang terletak pada tujuan yang mereka ingin capai. OECD lebih condong ke bidang ekonomi, sementara BRICS punya tujuan dengan cakupan yang lebih luas.
Sementara OECD yang merupakan organisasi ekonomi internasional memiliki tujuan untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara anggotanya, terutama negara berkembang.
Untuk mencapai tujuan tersebut OECD telah membentuk beberapa peranan seperti, peningkatan ekonomi pembangunan, penyusunan kebijakan, kerja sama internasional, perlindungan lingkungan, dan mengurangi ketidaksetaraan.
3. Negara Anggota
Pada awalnya negara anggota BRICS hanyalah Brasil, Rusia, India, dan China pada tahun 2001. Namun seiring berjalannya waktu mulai terdapat beberapa negara yang ikut serta dalam forum tersebut. Saat ini BRICS telah memiliki sembilan anggota yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Jumlah tersebut bisa saja bertambah sewaktu-waktu.
Sedangkan OECD memiliki total 38 negara, yang sebagian besar merupakan negara-negara maju dan menjadi kekuatan ekonomi besar di dunia. Negara anggotanya adalah Amerika Serikat; Australia; Austria; Belgia; Kanada; Chile; Kolombia; Kosta Rika; Republik Ceko; Denmark; Estonia; Finlandia; Prancis; Jerman; Yunani; Hongaria; Islandia; Irlandia; Inggris; Israel; Italia; Jepang; Korea; Latvia; Lithuania; Luxembourg; Meksiko; Belanda; Selandia Baru; Norwegia; Polandia; Portugal; Republik Slovakia; Slovenia; Spanyol; Swedia; Swiss; dan Turki.
Itulah beberapa perbandingan OECD dengan BRICS, perbedaan mencolok antara dua forum ini memang terletak pada tujuan yang mereka ingin capai. OECD lebih condong ke bidang ekonomi, sementara BRICS punya tujuan dengan cakupan yang lebih luas.
(fjo)
Lihat Juga :