Penurunan Harga BBM Masih Terganjal Formula ESDM

Kamis, 30 April 2020 - 21:08 WIB
loading...
Penurunan Harga BBM...
Rendahnya harga minyak dunia ternyata belum juga membuat PT Pertamina (Persero) bergegas menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) di pasaran, ini alasannya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Rendahnya harga minyak dunia ternyata belum juga membuat PT Pertamina (Persero) bergegas menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) di pasaran. Sebab apabila mengacu pada aturan formula harga yang ditetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif maka penurunan harga BBM belum bisa diwujudkan karena mengacu harga minyak mentah pada dua bulan sebelumnya yang rata-rata masih mahal.

“Mungkin bisa baca dari formula yang ditetapkan oleh ESDM. Dengan formula itu kita melihat dua bulan ke belakang sehingga kalau kita lihat adalah bulan Februari sehingga harganya masih tinggi,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Menurut dia berdasarkan aturan Keputusan Menteri ESDM No. 62K/MEN/2020 terjadi anomali antara perhitungan rata-rata publikasi Mean Of Pleats Singapore (MOPS) atau Argus dihitung dari dua bulan sebelumnya untuk penetapan bulan berjalan. Melalui formula tersebut, maka perhitungan MOPS saat ini lebih murah dibandingkan harga minyak mentah.

“Makanya kalau kita mau mudahnya saja, kita beli saja produk BBM dan tutup semua kilang. Tapi nanti mati semua. Para KKKS di hulu nanti produksinya bagaimana, karena kalau nutup di hulu perlu biaya besar begitu juga dengan reaktivasinya,” ujar Nicke.

Tidak hanya itu, penurunan harga BBM juga harus terus melihat pergerakan harga minyak global. Di awal bulan Maret 2020 memang telah terjadi konflik minyak antara negara OPEC dan non OPEC sehingga menyebabkan indikasi oversupply yang kemudian memicu turunnya harga minyak dunia yang tajam di awal bulan Maret 2020.

Sementara pada awal bulan April telah terjadi kesepakatan antara negara-negara OPEC dengan non OPEC terkait produksi minyak dunia yang kaitannya dengan pandemi Covid 19 yang telah bersepakat untuk memotong produksi minyak dunia sebesar 9,7 juta barel per hari pada bulan Mei dan Juni 2020. Sehingga tidak menutup kemungkinan harga minyak mentah dunia bakal kembali terkerek.

“Kita juga melihat bagaimana kondisi paska pemangkasan produksi ini. Dengan adanya kesepakatan negara OPEC dan non OPEC diprediksi harga akan naik lagi,” jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Harga BBM di India Melonjak...
Harga BBM di India Melonjak Tajam, Naik Tiga Kali dalam Delapan Hari
Pertamina dan ERIA Perkuat...
Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
Bahlil Jamin Tak Ada...
Bahlil Jamin Tak Ada Kenaikan Harga BBM
Negara Ini Mulai Rusuh...
Negara Ini Mulai Rusuh Tercekik Harga BBM, Ekonomi Terancam Lumpuh
Rayakan HUT ke-61, PGN...
Rayakan HUT ke-61, PGN Gelar Sunatan Massal di Seluruh Wilayah Operasional
Kasus Korupsi LNG, Hari...
Kasus Korupsi LNG, Hari Karyuliarto Sebut Vonis 4,5 Tahun Tidak Adil
Temui Konstituen, Misbakhun...
Temui Konstituen, Misbakhun Beber Upaya Prabowo dan Bahlil Pertahankan BBM Bersubsidi
Rekomendasi
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
Jonatan Christie Tembus...
Jonatan Christie Tembus Final Indonesia Open 2026
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved