Kebutuhan Bahan Baku Meningkat, Ekspor Oleokimia Diproyeksi Tembus 3,7 Juta Ton

Rabu, 12 Agustus 2020 - 23:26 WIB
loading...
Kebutuhan Bahan Baku...
Peningkatan permintaan terhadap produk oleokimia di masa pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Salah satu protokol kesehatan yang diwajibkan di tengah pandemi ini berimplikasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Asosiasi Produsen Oleochemicals Indonesia (Apolin) memperkirakan ekspor oleokimia pada Januari hingga Desember 2020 akan mencapai 3,7 juta ton dengan nilai ekspor sekitar USD2,6 miliar. Ketua Umum Apolin Rapolo Hutabarat mengatakan, volume ekspor oleokimia selama tiga tahun terturut-turut mengalami kenaikan.

(Baca Juga: Rentetan Kejadian Ini Bikin Produksi Sawit Menyusut di Semester I Tahun 2020 )

Pada tahun 2018, volume ekspor oleokimia sebesar 2,8 juta ton dengan nilai ekspor sebesar USD2,4 miliar. Kemudian pada tahun 2019, volume ekspor oleokimian mencapai 3,2 juta ton dengan nilai ekspor sebesar USD2 miliar. Penurunan nilai ekspor terjadi karena turunnya harga komoditas secara global.

"Bersyukur di tahun 2020 ini pada Januari hingga Juni, volume ekspor oleokimia sudah mencapai 1,8 juta ton dengan nilai sebesar USD1,3 miliar. Sehingga kami perkirakan ekspor oleokimia sepanjang tahun 2020 akan mencapai 3,7 juta ton dengan nilai ekspor USD2,6 miliar," ujarnya pada paparan kinerja industri sawit 2020 secara virtual, Rabu (12/8/2020).

Rapolo melanjutkan, peningkatan permintaan terhadap produk oleokimia di masa pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Salah satu protokol kesehatan yang diwajibkan di tengah pandemi ini berimplikasi pada peningkatan kebutuhan berbagai produk surfaktan seperti sabun, hand sanitizer, dan deterjen.

"Memang betul hampir seluruh dunia sekarang mengantongi sanitizer di setiap kegiatan atau aktivitasnya. Jadi wajar baik ekspor maupun konsumsi produk di dalam negeri ini mengalami peningkatan," tuturnya.

(Baca Juga: Ekspor Minyak Sawit Terkontraksi 11%, Kecuali ke Tiga Negara Ini )

Menurut dia, pasar ekspor produk oleokimia tidak terganggu meskipun sejumlah negara menerapkan kebijakan lockdown. Fasilitas pelabuhan utama dan jalur distribusi tetap beroperasi karena produk oleokimia dibutuhkan untuk memproduksi produk biosurfaktan.

"Ini sumbangsih dari industri oleokimia atas dukungan pemerintah terutama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang memberi izin nasional sehingga aktivitas dari proses produksi sampai logistik ke pelabuhan tidak ada kendala dan para buyer juga tidak ada yang membatalkan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
Petani Sawit Respons...
Petani Sawit Respons Ekspor Satu Pintu: Stabilitas Rantai Pasok Harus Jadi Prioritas
Sentralisasi Ekspor...
Sentralisasi Ekspor Sawit Disentil Guru Besar IPB: Lebih Utama Penguatan Tata Kelola
Gejolak Global Picu...
Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Bahan Baku Kemasan, Amdatara Minta Insentif Pemerintah
Tren Farm-to-Table Meningkat,...
Tren Farm-to-Table Meningkat, Keaslian Bahan Baku Jadi Kunci Eksistensi Bisnis Kuliner Italia
Bos Industri Jerman:...
Bos Industri Jerman: Uni Eropa Bisa Jadi Provinsi China
Rekomendasi
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
Hukum Ngaji Online Menurut...
Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Prosesi Pemakaman Khamenei...
Prosesi Pemakaman Khamenei Digelar di Irak, Drone Iran Gempur Pasukan AS di Bahrain
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved