Ekspor Minyak Sawit Terkontraksi 11%, Kecuali ke Tiga Negara Ini
Rabu, 12 Agustus 2020 - 16:20 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ekspor minyak kelapa sawit pada semester I/2020 mengalami kontraksi sebesar 11% dibandingkan semester I tahun 2019. Kontraksi ini disebabkan menurunnya permintaan minyak kelapa sawit di berbagai negara tujuan ekspor akibat adanya lockdown.
Kinerja ekspor minyak sawit Indonesia ke negara tujuan utama sampai Juni 2020 hampir semuanya mengalami penurunan kecuali India naik 23%, Amerika Serikat naik 7%, dan Pakistan naik 1%.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan, penurunan ekspor minyak sawit telah diprediksi sebelumnya mengingat hampir 70% sawit yang diproduksi di dalam negeri diekspor. (Baca juga: Jokowi Bisa Belajar dari Era Soeharto Saat RI Hampir Bangkrut, Ekspor Melesat )
Sementara hampir semua negara tujuan ekspor mengalami kontraksi karena lockdown sejak awal tahun. "Pasar utama seperti Eropa, China mengalami penurunan. Permintaan secara global juga mengalami pelemahan yang sangat signifikan sehingga berdampak pada ekspor yang turun 11%," ujarnya pada paparan kinerja industri sawit 2020 secara virtual, Rabu (12/8/2020).
Meski ekspor sawit mengalami penurunan 11%, namun secara nilai masih mengalami pertumbuhan. Menurut dia, ada kenaikan dari ekspor oleochemical yang sangat signifikan sebesar 24,4%. (Baca juga: Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture )
Kinerja ekspor minyak sawit Indonesia ke negara tujuan utama sampai Juni 2020 hampir semuanya mengalami penurunan kecuali India naik 23%, Amerika Serikat naik 7%, dan Pakistan naik 1%.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan, penurunan ekspor minyak sawit telah diprediksi sebelumnya mengingat hampir 70% sawit yang diproduksi di dalam negeri diekspor. (Baca juga: Jokowi Bisa Belajar dari Era Soeharto Saat RI Hampir Bangkrut, Ekspor Melesat )
Sementara hampir semua negara tujuan ekspor mengalami kontraksi karena lockdown sejak awal tahun. "Pasar utama seperti Eropa, China mengalami penurunan. Permintaan secara global juga mengalami pelemahan yang sangat signifikan sehingga berdampak pada ekspor yang turun 11%," ujarnya pada paparan kinerja industri sawit 2020 secara virtual, Rabu (12/8/2020).
Meski ekspor sawit mengalami penurunan 11%, namun secara nilai masih mengalami pertumbuhan. Menurut dia, ada kenaikan dari ekspor oleochemical yang sangat signifikan sebesar 24,4%. (Baca juga: Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture )
Lihat Juga :