Mengangkat Kesejahteraan Hidup Nelayan Lobster Lewat Kehadiran PBNLI
Kamis, 13 Agustus 2020 - 00:14 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, mendorong ekspor lobster dengan membuka pasar baru di dunia melalui peningkatan mutu dan kualitas produksi lobster- Tidak hanya itu, salah satu cara atau solusi lain yang ditawarkan, PBNLI siap mendatangkan tenaga ahli dari Vietnam untuk berbagi pengetahuan dalam meningkatkan kualitas budidaya lobster di Indonesia.
Terlebih komoditas lobster saat ini mengalami kenaikan produksi di seluruh dunia. Dari catatan Organisasi Pangan dan Agrikultur Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) yang dirilis pada 2019, produksi Lobster dunia tumbuh rerata 2,30 persen per tahun.
Sedangkan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019, nilai ekspor lobster pada periode 2014-2018 mengalami pertumbuhan rerata 20,42 persen per tahun. Dari lima lobster yang ada di wilayah perairan Indonesia, tercatat lobster mutiara dan lobster pasir menjadi lobster yang potensial untuk dikembangkan melalui sistem budidaya perikanan yang ada.
"Bahkan berdasarkan kajian BRSDM KP, hasilnya diketahui ada potensi yang sangat besar untuk jenis lobster mutiara dan lobster pasir ini. Kedua jenis lobster ini potensinya mencapai 278.950.000 ekor dan tersebar di 11 wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia," tuturnya.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan agar bisa mewujudkan pengelolaan sumber daya lobster yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, maka regulasi tata kelola sumber daya perikanan lobster perlu diterapkan untuk memperkuat tata kelola benih lobster dan PBNLI tentunya akan berperan menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus memperjuangkan adanya regulasi peraturan yang adil, stabilitas harga lobster di pasar.
Hingga terjaminnya sumber pendapatan dan kesejahteraan nelayan pembudidaya lobster sekaligus keberlanjutan bagi alam. Oleh karena itulah, pada hari ini kelahiran Perkumpulan Pembudidaya dan Nelayan Lobster Indonesia menjadi penting untuk kita semua.
Terlebih komoditas lobster saat ini mengalami kenaikan produksi di seluruh dunia. Dari catatan Organisasi Pangan dan Agrikultur Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) yang dirilis pada 2019, produksi Lobster dunia tumbuh rerata 2,30 persen per tahun.
Sedangkan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019, nilai ekspor lobster pada periode 2014-2018 mengalami pertumbuhan rerata 20,42 persen per tahun. Dari lima lobster yang ada di wilayah perairan Indonesia, tercatat lobster mutiara dan lobster pasir menjadi lobster yang potensial untuk dikembangkan melalui sistem budidaya perikanan yang ada.
"Bahkan berdasarkan kajian BRSDM KP, hasilnya diketahui ada potensi yang sangat besar untuk jenis lobster mutiara dan lobster pasir ini. Kedua jenis lobster ini potensinya mencapai 278.950.000 ekor dan tersebar di 11 wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia," tuturnya.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan agar bisa mewujudkan pengelolaan sumber daya lobster yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, maka regulasi tata kelola sumber daya perikanan lobster perlu diterapkan untuk memperkuat tata kelola benih lobster dan PBNLI tentunya akan berperan menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus memperjuangkan adanya regulasi peraturan yang adil, stabilitas harga lobster di pasar.
Hingga terjaminnya sumber pendapatan dan kesejahteraan nelayan pembudidaya lobster sekaligus keberlanjutan bagi alam. Oleh karena itulah, pada hari ini kelahiran Perkumpulan Pembudidaya dan Nelayan Lobster Indonesia menjadi penting untuk kita semua.
(akr)
Lihat Juga :